Jumat, 01 Juni 2012
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Nama Sekolah : SMAN 1 Raha
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester : X/2
Standar Kompetensi
Menulis
Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato.
Kompetensi Dasar
Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif.
Indikator
Kognitif
Proses
Mampu menentukan karakteristik paragraf argumentatif.
Mendaftar topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif.
Produk
Menentukan topik yang akan dikembangkan menjadi paragraf argumentatif.
Menyusun kerangka paragraf argumentatif.
Psikomotor
Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif.
Menggunakan kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan demikian, dan lain-lain) dalam paragraf argumentatif.
Menyunting paragraf argumentatif yang ditulis teman.
Afektif
Karakter
tanggung jawab
ingin tahu
kreatif
jujur
kritis
disiplin
bersahabat/ komunikatif
Keterampilan Sosial
inisiatif dalam (kerja sama) kelompok
berbahasa santun dan komunikatif,
partisipasi dalam (kerja sama) kelompok.
Tujuan Pembelajaran
Kognitif
Proses
Setelah membaca contoh paragraf argumentatif, diharapkan siswa dapat:
Mampu mendiskusikan karakteristik paragraf argumentatif.
Mendaftar topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif.
Produk
Setelah membahas dan mendiskusikan hasil pencapaian tujuan proses di atas, siswa secara berkelompok diharapkan dapat:
Menentukan topik yang akan dikembangkan menjadi paragraf argumentatif.
Menyusun kerangka paragraf argumentatif.
Psikomotor
Setelah mempelajari dan berlatih menguasai hasil pencapaian tujuan produk di atas, siswa secara mandiri diharapkan dapat:
Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif.
Menggunakan kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan demikian, dan lain-lain) dalam paragraf argumentatif.
Menyunting paragraf argumentatif yang ditulis teman.
Afektif
Karakter
Dengan arahan, bimbingan, dan motivasi yang diberikan oleh guru, siswa diharapkan dapat terlibat langsung secara aktif dan produktif baik dalam proses pembelajaran di kelas pada umumnya maupun dalam melaksanakan tugas kelompok dan tugas mandiri pada khususnya dengan memperlihatkan kemajuan berperilaku positif dengan karakter yang meliputi tanggung jawab, ingin tahu, jujur, kreatif, kritis, disiplin, serta bersahabat dan komunikatif.
Keterampilan sosial
Melalui arahan, motivasi, dan strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru di kelas siswa diharapkan dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran di kelas dengan menunjukkan kemajuan kecakakapan sosial yang meliputi inisiatif dalam (kerja sama) kelompok, berbahasa santun dan komunikatif dalam berbicara, dan partisipasi dalam (kerja sama) kelompok.
Materi Pembelajaran
Contoh paragraf argumentatif
Topik paragraf argumentatif
Kerangka paragraf argumentatif
Penggunaan kata penghubung dalam paragraf argumentatif
Model dan Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pembelajaran Kontekstual
Model Pembelajaran : Kooperatif Tipe STAD
Metode : Tanya jawab, pemodelan, diskusi, dan unjuk kerja
Bahan/ Media
Contoh paragraf argumentatif
Buku Aktif dan Kreatif berbahasa Indonesia untuk kelas X SMA/MA
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Alat
Spidol
Format Evaluasi
Pedoman penilaian dan penskoran
Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
No. Kegiatan Alokasi Waktu
A. Kegiatan Awal (10 menit)
Prabembelajaran: Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, memeriksa kebersihan kelas, menanyakan keadaan siswa dan mengecek kehadiran siswa sekaligus memberi motifasi kepada siswa. (religius, cinta kebersihan, tanggung jawab, dan jujur)
Tahap 1: Guru mula-mula memberikan pemancingan dengan menanyakan kesiapan belajar siswa, kemudian menanyakan pengalaman dan tentang paragraf argumentatif. (rasa ingin tahu, kreatif)
Tahap 2: Guru melakukan pengarahan dengan mula-mula bertanya jawab tentang paragraf argumentatif, dan diakhiri dengan penegasan guru tentang tujuan pembelajaran yang harus dicapai dalam proses pembelajaran dalam pertemuan tersebut. (rasa ingin tahu) 10 menit
B. Kegiatan Inti (65 menit)
Tahap 1:
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan jumlah siswa dalam satu kelompok adalah 4 orang siswa. Kelompok 1-4 didapatkan dari kertas undian bernomor 1-4 yang diberikan kepada siswa. Setiap siswa bergabung bersama siswa yang mendapatkan nomor yang sama. Masing-masing siswa memperhatikan contoh paragraf argumentatif. Melalui kegiatan pengelompokkan tersebut, setiap kelompok menemukan ciri-ciri paragraf argumentatif serta topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif dan menyajikan pada LKS I. Setiap kelompok menyajikan hasil kerjanya untuk ditanggapi dan dikoreksi oleh kelompok yang lain. Ketika peserta melakukan kegiatan, guru melakukan pemantauan dan penilaian proses. (rasa ingin tahu, tekun, jujur, disiplin, bersahabat/ komunikatif, dan bertanggung jawab)
Tahap 2:
Berdasarkan hasil kerja setiap kelompok pada LKS 1 maka setiap kelompok menuliskan paragraf argumentatif pada LKS 2 sebagai kognitif produk yang telah disediakan oleh guru. Setiap kelompok mengomentari hasil kerja kelompok lainnya. Dalam kegiatan ini, guru hanya sebatas mengarahkan serta memberikan penilaian, masukan perbaikan, dan layanan konsultasi. (tanggung jawab, kreatif, kritis, dan jujur) 65 menit
C. Kegiatan Akhir (15 menit)
Siswa bersama guru merumuskan kesimpulan umum atas semua butir pembelajaran yang telah dilakukan. (kreatif)
Siswa diminta menyampaikan kesan dan saran terhadap proses pembelajaran yang baru dilakukan. (kreatif, bersahabat, jujur) 15 menit
Sumber Pembelajaran
Naskah Paragraf Argumentatif
Buku Aktif dan Kreatif berbahasa Indonesia untuk kelas X SMA/MA
Lembar Pegangan Guru
LKS 1 dan LKS 2
LP 1 dan LP 2
Silabus
Evaluasi dan Penilaian
Evaluasi
Evaluasi proses : dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas peserta (siswa) dalam menggarap tugas, diskusi, dan kegiatan tanya jawab.
Evaluasi hasil : dilakukan berdasarkan analisis pekerjaan pada LKS.
Penilaian
Jenis Tagihan
Tugas Kelompok
Bentuk instrumen penilaian
Uraian bebas
LEMBAR KERJA SISWA
(LKS)
BAHASA INDONESIA
SMA KELAS X SEMESTER II
Standar Kompetensi
Menulis: Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato
Kompetensi Dasar
Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif.
Oleh
Helni
A1D3 09 065
LKS 1: LEMBAR KERJA SISWA Bahasa Indonesia
Nama...................................................Kelompok.....................................................Tanggal
Paragraf atau karangan argumentatif adalah karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan serta penjelasan-penjelasan yang kuat dengan maksud agar pembaca terpengaruh.
Tuliskan karakteristik paragraf argumentatif!
......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
Daftarkan topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif!
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
LKS 2: LEMBAR KERJA SISWA Bahasa Indonesia
Nama...................................................Kelompok.....................................................Tanggal
Paragraf atau karangan argumentatif adalah karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan serta penjelasan-penjelasan yang kuat dengan maksud agar pembaca terpengaruh.
Susunlah kerangka paragraf argumentatif!
......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................
Kembangkanlah kerangka karangan yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif dengan menggunakan kata penghubung antarkalimat!
..................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. ..................................................................................................................................................
LEMBAR PEGANGAN GURU
(LPG)
BAHASA INDONESIA
SMA KELAS X SEMESTER II
Standar Kompetensi
Menulis: Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato
Kompetensi Dasar
Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif.
Oleh
Helni
A1D3 09 065
MENULIS PARAGRAF ARGUMENTATIF DENGAN MENGGUNAKAN KONJUNGSI
Paragraf argumentasi adalah sebuah paragraf yang menjelaskan pendapat dengan berbagai keterangan dan alasan. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan pembaca. Selain itu, paragraf tersebut dikembangkan dengan pola pengembangan sebab akibat. Hubungan sebab akibat mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui, kemudian bergerak maju menuju suatu kesimpulan sebagai efek atau akibat. Efek yang muncul dapat berupa efek tunggal dan efek jamak.
Tujuan yang ingin dicapai melalui pemaparan argumentasi ini, antara lain :
melontarkan pandangan / pendirian
mendorong atau mencegah suatu tindakan
mengubah tingkah laku pembaca
menarik simpati
Ciri-ciri paragraf argumentasi adalah sebagai berikut:
Paragraf argumentasi mengandung kebenaran untuk mengubah sikap dan keyakinan orang mengenai topik yang dibahas.
Paragraf argumentasi mengandung data atau fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penjelasan dalam paragraf argumentasi disampaikan secara logis.
Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun wacana atau paragraf argumentasi dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, dan penelitian kepustakaan.
Dilihat dari struktur informasinya, dalam paragraf argumentasi akan ditemukan:
Pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi dikemukakan.
Tubuh argumen, bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar. Kebenaran yang disampaikan dalam tubuh argument harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis.
Kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa kebenaran yang ingin disampaikan melalui proses penalaran memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis.
Adapun langkah-langkah dalam menulis argumentasi adalah sebagai berikut:
memilih topik karangan,
mengumpulkan bahan,
menyusun kerangka karangan,
mengembangkan pendahuluan,
mengembangkan isi karangan,
membuat penutup karangan.
Pada kegiatan mengarang paragraf argumentatif dibutuhkan konjungsi sebagai penghubung antar kalimat.
Konjungsi adalah kata sambung yang berfungsi menghubungkan frasa, klausa, dan kalimat dalam suatu konstruksi dengan berbagai cara.
Ciri-ciri konjungsi antara lain yaitu:
Koordinasi menghubungkan dua klausa atau lebih yang setara, sedangkan koordinasi menghubungkan dua klausa yang salah satu diantaranya merupakan bagian dari klausa yang lain. Bagian kalimat yang dihubungkan oleh konjungsi, baik koordinatif maupun subordinatif itu sendiri dapat berbentuk kalimat majemuk; dan
Pada umumnya posisi klausa yang didahului subordinatif dan, atau, dan tetapi, tidak dapat diubah tanpa menghasilkan kalimat yang tidak berterima jika klausa ditempatkan di awal kalimat. Lain halnya dengan kalimat yang diawali dengan subordinator seperti selama, walaupun, dan sebelum. Pemindahan klausa subordinatif pada awal kalimat menghasilkan kalimat yang baik.
Acuan kataforis (pronomina mendahului nomina yang diacunya) diperbolehkan dalam hubungan subordinatif tetapi tidak diperbolehkan dalam hubungan koordinasi.
Klasifikasi konjungsi adalah sebagai berikut:
Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih, kedua unsur itu memiliki status sintaksis yang sama, dan kedudukannya sederajat. Karena konjungsi ini selalu menghubungkan dua konstituen maka letaknya tidak terdapa pada awal kalimat. Kelompok konjungsi ini yaitu:
dan menandai hubungan penambahan;
atau menandai hubungan pemilihan;
tetapi menandai hubungan perlawanan;
serta menandai hubungan perdampingan;
sedangkan menandai hubungan pertentangan;
padahal menandai hubungan pertentangan;
melainkan menyatakan hubungan pertentangan;
kemudian; dan
lalu menyatakan hubungan urutan.
Contoh pemakaian konjungsi koordinatif dalam kalimat antara lain adalah sebagai berikut.
Ia pergi bersama anak dan istrinya.
Kakaknya sangat pandai tetapi adiknya bodoh.
Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih, dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama atau kedudukannya tidak sederajat. Salah satu dari kalimat itu merupakan anak kalimat dari kalimat induknya. Konstituen yang satu menjadi atasan yang bebas dan konstituen yang lain menjadi konstituen bawahan yang kedudukannya tergantung pada konstituen pertama. Dilihat dari perilaku sintaksis dan semantiknya, konjungsi subordinatif dapat dibagi menjadi tiga belas kelompok kecil. Berikut adalah kelompok-kelompok konjungsi subordinatif.
Konjungsi subordinatif waktu antara lain, yaitu sejak, semenjak, sedari, sewaktu, ketika, tatkala, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum, sehabis, selesai, seusai, sehingga, dan sampai.
Konjungsi subordinatif syarat anatara lain, yaitu jika, kalau, jikalau,asal(kan), bila, manakala.
Konjungsi subordinatif pengandaian antara lain, yaitu andaikan, seandainya, umpamanya, dan sekiranya.
Konjungsi subordinatif kosesif antara lain, yaitu biarpun, meskipun, walaupun, sekalipun, sungguhpun, kendatipun.
Konjungsi subordinatif pembandingan antara lain, yaitu seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, dan alih-alih.
Konjungsi subordinatif sebab antara lain, yaitu sebab, karena, oleh karena, dan oleh sebab.
Konjungsi subordinatif hasil antara lain, yaitu sehingga, sampai-sampai, dan maka(nya).
Konjungsi subordinatif alat antara lain, yaitu dengan, tanpa.
Konjungsi subordinatif cara antara lain, yaitu dengan, dan tanpa.
Konjungsi subordinatif komplementasi antara lain, yaitu bahwa.
Konjungsi subordinatif atribut antara lain, yaitu yang.
Konjungsi subordinatif perbandingan antara lain, yaitu sama, dengan, dan lebih ... daripada.
Contoh pemakaian konjungsi subordinatif dalam kalimat antara lain adalah sebagai berikut.
Ayah pergi ke kantor ketika sedang hujan.
Orang tuanya telah meninggal dunia sehingga ia tidak dapat melanjutkan sekolahnya.
Konjungsi Korelatif
Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsur itu memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan. Konjungsi korelatif ini antara lain, yaitu (1) baik ... maupun..., (2) tidak hanya ... tetapi ... juga ..., (3) demikian ... sehingga ..., (4) bukan ... melainkan ..., (5) tidak ... tetapi ..., (6) apa(kah) ... atau ..., (7) entah ... entah ..., (8) jangankan ... pun ...
Contoh pemakaian konjungsi korelatif dalam kalimat antara lain adalah sebagai berikut.
Baik orang tua maupun anaknya sama-sama suka membantu orang lain.
Tidak hanya berbakti kepada orang tua, tetapi kita juga harus harus berbakti kepada orang yang lebih tua.
Konjungsi Antarkalimat
Berbeda dengan konjungsi yang lainnya, konjungsi antarkalimat menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Oleh karena itu, konjungsi ini selalu memulai suatu kalimat yang baru, dan tentu saja huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital. Konjungsi antarkalimat ini antara lain, yaitu biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagipula, selain itu, sebaliknya, sesungguhnya, bahwasanya, malahan, bahkan, (akan) tetapi, namun, kecuali itu, dengan demikian, oleh karena itu, karena itu, oleh sebab itu, sebab itu, sebelum itu, jadi, kalau begitu, itulah sebabnya, karena itulah.
Contoh pemakaian konjungsi antarkalimat antara lain adalah sebagai berikut.
Imran anak yang baik. Selain itu, dia juga anak yang pandai.
Ibu Rina pergi mengajar di kelas saya. Sesudah itu, ia mengajar di kelas sebelah.
Konjungsi Antarparagraf
Jika konjungsi antarkalimat menghubungkan dua kalimat dan memulai suatu kalimat baru, konjungsi paragraf pada umumnya melalui suatu paragraf. Hubungan dengan paragraf sebelumnya berdasarkan makna yang terkandung pada paragraf sebelum itu. Konjungsi antarparagraf antara lain, yaitu adapun, akan hal, mengenai, dalam pada itu, alkisah, arkian, sebermula, syahdan.
Contoh pemakaian konjungsi antarparagraf antara lain adalah sebagai berikut.
Kemarin bapak anak itu meninggal. Ia sangat sedih. Hal ini terlihat pada saat jenazah ayahnya akan disemayamkan ie menangis histeris. Ia seakan tidak rela kehilangan orang tuanya.
Adapun meninggalnya bapak anak itu disebabkan karena ulah anak itu sendiri. Pada saat anak itu bertengkar dengan bapaknya tiba-tiba penyakit jantung yang diderita bapaknya kambuh.
LEMBAR PENILAIAN
(LP)
BAHASA INDONESIA
SMA KELAS X SEMESTER II
Standar Kompetensi
Menulis: Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato
Kompetensi Dasar
Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif.
Oleh
Helni
A1D3 09 065
LP 1: KOGNITIF PROSES
No. Komponen Deskriptor Skor
0 1 2 3
1.
Menuliskan
karakteristik
paragraf
argumentatif Tepat
cukup tepat
kurang tepat
tidak tepat
2. Mendaftar topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif.
Aktual
cukup aktual
kurang aktual
tidak aktual
Keterangan:
3 = tepat
2 = cukup tepat
1 = kurang tepat
0 = tidak tepat
Pemberian nilai
Rumus:
Nilai=(Skor Perolehan Siswa)/(Skor Maksimum) x Bobot
LP 2: KOGNITIF PROSES
Pedoman Penskoran
No. Komponen Deskriptor Skor
0 1 2 3
Menentukan topik yang akan dikembangkan menjadi paragraf argumentatif. Aktual
cukup aktual
kurang aktual
tidak aktual
Menyusun kerangka paragraf argumentatif.
sesuai dengan topik yang dipilih.
cukup sesuai dengan topik yang dipilih.
kurang sesuai dengan topik yang dipilih.
tidak sesuai dengan topik yang dipilih.
Keterangan:
3 = tepat
2 = cukup tepat
1 = kurang tepat
0 = tidak tepat
Pemberian nilai
Rumus:
Nilai=(Skor Perolehan Siswa)/(Skor Maksimum) x Bobot
LP 3: KOGNITIF PSIKOMOTOR
Pedoman Penskoran
No. Komponen Deskriptor Skor
0 1 2 3
Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif. daya tarik tulisan menarik
daya tarik tulisan cukup menarik
daya tarik tulisan kurang menarik
daya tarik tulisan tidak menarik
Menggunakan kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan demikian, dan lain-lain) dalam paragraf argumentatif. penggunaan kata penghubung sesuai.
penggunaan kata penghubung cukup sesuai.
penggunaan kata penghubung kurang sesuai.
penggunaan kata penghubung tidak sesuai.
Menyunting paragraf argumentatif yang ditulis teman.
tata bahasa baik
tata bahasa cukup baik
tata bahasa kurang baik
tata bahasa tidak baik
Keterangan:
3 = sangat baik
2 = kurang baik
1 = cukup baik
0 = kurang baik
Pemberian nilai
Rumus:
Nilai=(Skor Perolehan Siswa)/(Skor Maksimum) x Bobot
LP 4: KOGNITIF AFEKTIF (KARAKTER)
Pedoman Penskoran
No. Urut Siswa Karakter
Jujur
Kritis
Ingin tahu
Tanggung jawab
Kreatif
Disiplin
Bersahabat
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
2. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
3. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
4. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
5. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
6. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
7. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
8. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
9. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
10. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
11. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
12. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
13. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
14. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
15. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Keterangan:
4 = sangat baik
3 = baik
2 = kurang baik
1 = tidak baik
LP5: KOGNITIF AFEKTIF (KECAKAPAN SOSIAL)
Pedoman Penskoran
No. Urut Siswa Karakter
Inisiatif
Berbahasa santun dan komunikatif
Partisipasi dalam kerja sama
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
2. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
3. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
4. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
5. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
6. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
7. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
8. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
9. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
10. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
11. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
12. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
13. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
14. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
15. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Keterangan:
4 = sangat baik
3 = baik
2 = kurang baik
1 = tidak baik
CONTOH PARAGRAF ARGUMENTASI
Contoh I:
Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.
Keterangan: Contoh kalimat pertama (1) di atas adalah pernyataan/pendapat dan kalimat kedua adalah pendukung. Di samping itu, penulis pun menjelaskan hubungan antara pernyataan/pendapat dengan fakta/ data pendukung, agar pembaca mempunyai gambaran yang jelas tentang hal yang disampaikan. Lebih-lebih bila tulisan itu disertai data empiris yang dapat dipercaya kebenarannya.
Contoh II:
Pendidikan gratis hanya janji yang bergema luas saat kampanye dan pemilihan pimpinan daerah maupun pusat. Saat pemilihan usai akan lain ceritanya. Anak-anak miskin di kota, desa, dan pedalaman tetap mengalami kesulitan untuk mengakses pendidikan yang layak. Di perkotaan sekolah berlomba-lomba meningkatkan sarana dan prasaran dengan jalan menaikkan pungutan dengan dalil sumbangan pendidikan, uang gedung, dan lain-lain karena biasanya masyarakat perkotaan lebih memilih sekolah yang mempunyai sarana pendidikan yang baik sehingga mereka tidak akan segan untuk membayar mahal demi memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Sebaliknya di pinggiran kota, pedesaan, dan pedalaman, sekolah tidak bisa mengenakan pungutan kepada orang tua siswa karena tidak ada lagi yang bisa dipungut dari masyarakat. Para siswa harus puas dengan kondisi fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak.
MEDIA PEMBELAJARAN
CONTOH PARAGRAF ARGUMENTASI
Contoh I:
Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.
Contoh II:
Pendidikan gratis hanya janji yang bergema luas saat kampanye dan pemilihan pimpinan daerah maupun pusat. Saat pemilihan usai akan lain ceritanya. Anak-anak miskin di kota, desa, dan pedalaman tetap mengalami kesulitan untuk mengakses pendidikan yang layak. Di perkotaan sekolah berlomba-lomba meningkatkan sarana dan prasaran dengan jalan menaikkan pungutan dengan dalil sumbangan pendidikan, uang gedung, dan lain-lain karena biasanya masyarakat perkotaan lebih memilih sekolah yang mempunyai sarana pendidikan yang baik sehingga mereka tidak akan segan untuk membayar mahal demi memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Sebaliknya di pinggiran kota, pedesaan, dan pedalaman, sekolah tidak bisa mengenakan pungutan kepada orang tua siswa karena tidak ada lagi yang bisa dipungut dari masyarakat. Para siswa harus puas dengan kondisi fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar