Jumat, 01 Juni 2012

AKTIVITAS KOMUNIKASI PEMERINTAH DALAM MENYAMPAYAN IMFORMASI PEMBANGUNAN KEPADA MASYARAKAT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aktifitas pembangunan nasional dewasa ini telah di orientasikan terhadap pembangunan masyarakat desa. Sebagai internal dari masyarakat nasional, komitmen pemerintah ini dapat dipahami kerena sebagian besar penduduk Indonesia berada pada daerah pedesaandengan kindisi kehidupan yang relatif masih rendah dan serba kekurangan dalam berbagai aspek kehidupan. Disisi lain pemerintah menyadari bahwa desa merupakan dasar dan landasan bagi pembangunan nasional, dimana potensi sumber daya alam yang memiliki wilayah pedesaan merupakan aset strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Menyampaikan imformasi kepada masyarakat, tentang pembangunan nasional, agar mereka memusatkan perhatian kebutuhan akan perubahan, kesempatan dan cara mengadakan perubaha,sarana – sarana perubahan, dan membangkitkan aspirasi nasional. Memberikan kempatan kepada masyarakat untuk mengambil bagian secara aktif dalam proses pembuatan, memperluas dialog, agar melibatkan semua pihak yang akan membuat keputusan menganai perubahan, memberi kesempatan pada para pemimpin masyarakat untuk memimpin dan mendengarkan aspirasi masyarakat atau pendapat rakyat kecil, dan menciptakan arus imformasi yang berjalan lancar dari bawah keatas. Schrahman (Nasution,2004). Bangun kesejahteraan masyarakat (Bahteramas) merupakan nama dari sebuah kumpulan upaya pembangunan di Sulawesi Tenggara yang terdiri dari tiga pilar yakni : (a) pembebasan biaya operasional pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA. (b) peningkatan mutu pelayanan kesehatan program lanjutan dengan prioritas pada pembebasan biaya pelayanan kesehatan kelas III pada rumah sakit umum (c) pengalokasian dana bantuan keuangan sebesar Rp.100 juta pertahun kepada setiap desa/kelurahan. Tafsir pertama yang bisa diberikan bahwa Bateramas merupakan upaya pembangunan yang sangat substantif bagi pembangunan manusia. Bila pembebasan biaya pendidikan dapat diarahkan pada untuk efektifnya pemerataanakses pendidikan sehingga angka buta huruf dapat ditekan serendah – rendahnya, dan rata – rata sekolah dapat ditingkatkan setinggi – tingginya serta derajat kesehatan dapat diperbaiki sehingga angka harapan hidup penduduk dapat diperpanjang, maka sungguh upaya ini dapat berkontribusi bagi perbaikan indeks pembangunan manusia Sulawesi Tenggara. Tafsir kedua bahwa Bahteramas dapat menjadi upaya yang berefek pada perwujudan entitas Desa/Kelurahan yang memiliki kemampuan mengelola diri . Bila dana Pr 100 juta sebagai sumber daya dapat dikelola oleh organisasi Desa/Kelurahanyang berkapasitas cukup berdasarkan aturan main yang mendorong kepercayaan diri. Otonomi lokal dan keswadayaan maka bukan mustahil Desa/Kelurahan dapat menjelma sebagi entitas yang memiliki sistem pengelolaan diri yang berkelanjutan. Tafsir ketiga bahwa bahteramas dapat menjadi wahana bagi penyelenggaraan pembangunan berbasisi masyarakat (community based develompment) yang berefek pada pemberdayaan masyarakat. Bila dana yang dialokasikan Kedesa/Kelurahan tersebut dimanfaatkan sebagai dukungan sumberdaya bagi berjalannya siklus sosial learning dalam masyarakat maka dengan itu kemampuan masyarakat terbangun (cappabilly building) dan kelem bagaan masyarakat terkuat, maka bahteramas dapat berefek pada pemberdayaan masyarakat . Peta kondisi demikianlah yang dihadapi pengalokasian BLM Bahteramas. Ia hadir saat sebenarnya masyarakat Desa/Kelurahaan kini dalam kondisi banyak penawaran bantuan keuangan. Kegiatan bantuan keuangan untuk Desa/Kelurahan sebagai bagian dari paket Bahteramas dilaksanakan dibawah nama program Desentralisasi Fiskal yang merupakan bagian dari agenda kedua RPJM Provinsi Sulawesi Tenggara 2008 – 2013, yakni direvitalisasi pemerintah daerah. Jadi, nuansa harapan peningkatan kapasitas pemerintah daerah bawahan dalam hal ini kepemerintahan Desa/Kelurahan menjadi tujuan utama dari program ini.Sangat diharapkan dari bantuan Rp 100 juta Desa Kotawo untuk menjadi desa yang makmur akan tetapi pada kenyataan dilapangan tidak ada satu pun pembangunan yang terlaksana di Desa kotawo tersebut. Selama ini akttivitas komunnikasi tampak seolah – olah sudah cukup banyak digerakan, namun sebagian besar pada dasarnya adalah sekedar penyampaian imformasi secara sepihak dari lembaga lembaga pembangunan kepada masyarakat. Pasangan kegiatan itu, yakni kegiatan untuk mengetahui langsung apa yang menjadi ke inginan atau aspirasi dari masyarakat,hal ini masih jarang dan kalaupun ada belum sepadan. Padahal sebenarnya, para komunikator pembangunan mesti membekali inti kegiatan dengan ” umpan muka” supaya tahu persis kebutuhan masyarakat, (Nasuton ,1992). Pembangunan dan pemeliharaan yang optimal pada prasarana dan sarana pendidikan adalah salah satu kunci sukses peningkatan sumber daya manusia pada suatu daerah. Dengan sistem yang bagus maka akan tercipta suatu keadaan yang konsisten dan pola pikir yang berkesinambungan dalam kesadaran meningkatkan tingkat pendidikan disemua lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah instasi terkait legislatif,praktisi pendidikan serta masyarakat penikmat pendidikan. Disini ada yang lebih mendasar yakni penelaahan kita dalam kesadaran masyarakat itu sendiri dalam menginginkan suatu pendidikan dan bagaimana cara pemerintah dalam mengadakan sarana dan prasarana pendidikan. Disini peran utama aparat pemerintah Daerah dari pembuat kebijakan tertinggi sampai bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pembuat kebijakan dapat mencetuskan program pembangunan perumahan Guru SD 3 Lambale, gedung Sekolah adalah sebuah instansi pemerintah yang memerlukan dukungan dari masyarakat untuk mendukung kebijaksanaanya, tanpa dukungan tersebut instansi pemerintah maka tidak akan dapat memnuhi fungsinya sebagai instansi demokrasi. Sebagai contoh; tidak terjadinya komunikasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat setempat itu sendiri dapat dilihat dari beberapa kasus. Jika dilihat dari potensi sumber daya ekonomi Desa Kotawo sangatlah berpotensial tetapi dari aspek pendidikan sangatlah ketinggalan,di Desa Kotawo terdapat kasus pembangunan sekolah yang sangat ketinggalan bahkan rusak dan tidak mendapat perhatian pada pemerintah baik pemerintah Daerah lebih – lebih pemerintah setempat dan perumahan Gurunya yang rusak dan tidak dapat difungsikan lagi, pada hal kalau kita lihat pendapatan asli daerah ini sangatlah banyak setiap bulanya khususnya di Desa Kotawo ini, belum lagi dengan bantuan bantuan dari pusat maupun daerah seperti halnya dana Blogrent 100 juta pertahun ini.tetapi dana ini sama sekali tidak ada manfaatnya. Transportasi jalan raya yang sangat memprihatinkan karena becek, dan berlubang yang memaksa masyarakat Desa Kotawo untuk terus merasakan penderitaan tersebut. Aktivitas komunikasi pemerintah dalam menyampaikan imformasi – imformasi pembangunan Desa hampir tidak terlihat aktifitas yang dilakukan oleh pemerintah dan juga merupakan salah satu penyebab tidak adanya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Pengadaan air bersih yang hanya merupakan pembodohan kepada masyarakat setempat. Pengadaan air bersih ini sudah dua kali jatu tender tetapi sampai saat ini tidak dapat difungsikan sebagai mana angan – angan dari masrakat yang sudah lama di impi – impikan selama ini. Masyarakat desa kotawo ini sangat di sayangkan dimana apabila pada musim kerau harus pergi mengangkat air sejauh tiga kilo meter dengan jarak desa,tetapi tidak sedikitpun ada perhatian pemerintah daerah lebih –lebih pemerintah desa setempat. Potensi pembangunan di Desa Kotawo berdasarkan pada kondisi objektif yang ada dilapangan menunjukan bahwa pelaksanaan pembangunan di Desa Kotawo. Kec. Kulisusu barat, Kab. Buton Utara khususnya dalam pembangunan sarana pendidikan, pengadaan air bersih belum sesuai dengan keinginan masyarakat setempat. Sangat disayangkan setelah berpuluh – puluh tahun indonesia merdeka, masih saja ditemukan sebuah perkampungan yang memiliki sarana pendidikan dan pengadaan air bersihnya yang tidak berfungsi, adapun berfungsi khusus sarana pendidikan tetapi sekolahnya hampir tidak berfungsi karena karena gedungnya yang tidak memadai. Apalagi temuan itu ada disebuah yang kaya akan sumber daya alamnya yakni di Desa Kotawo kecamatan Kulisusu Barat. Kab. Buton Utara, itulah faktanya. Perkampungan Desa Kotawo. Kecamatan Kab. Buton Utara hampir masih belum tersentuh pendidikan formal. Bangunan sekolah yang tidak layak pakai adalah satu – satunya tempat mereka menimbah ilmu. Bertolak dari alur pemikiran diatas maka dalam penelitian ini penulis akan mengkaji secara mendalam mengenai aktifitas komunikasi pemerintah dalam menyampaikan imformasi pembangunan kepada masyarakat Desa Kotawo. Kec.Kulisusu Barat. Kab. Buton Utara. Dimana penelitian ini difokuskan pada sarana pendidikan. Penelitian ini sangat menarik bagi penulis untuk diteliti, karena hasil observasi awal menunjukan bahwa pada sarana pembangunan pendidikan tersebut dimana masyarakat terbagi atas dua pendapat yakni : pihak masyarakat mengiginkan agar gedung sekolah tersebut direhab dan perumahan guru juga dibangun kembali agar aktifitas belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, sedangkan dipihak pemerintah tidak perna menghiraukan aspirasi masyarakat tersebut. Berdasarkan urayan diatas maka judul dalam penelitian ini adalah “AKTIVITAS KOMUNIKASI PEMERINTAH DALAM MENYAMPAYAN IMFORMASI PEMBANGUNAN KEPADA MASYARAKAT” 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan urayan dan latar belakang diatas maka permasalahan yang akan dikaji dalam peneltian ini adalah Bagaimana aktivitas komunikasi pemerintahan dalam penyampaiyan imformasi kepada masyarakat Desa Kotawo. Kec. Kulisusu Barat. Kab. Buton Utara 1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas komunnikasi pemerintah dalam menyampaikan imformasi pembangunan kepada masyarakat Desa Kotawo Kec. Kulisusu Barat. Kab. Buton Utara 1.3.2 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah : 1. Secara teoritis, hasil penelitan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu komunikasi, khususnya dalam komunikasi pembanguanan. 2. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah dan masyarakat Desa Kotawo 3. Secara metodologis, dapat menjadi kajian dalam rangka pengembangan riset dan sebagai bahan imformasi bagi mereka yang akan melakukan penelitian yang sama dimasa yang akan datang. 1.4 Sistematika Penulisan Untuk meberikan gambara umum tentang materi keseluruhan propsal ini penulis menguraikan dari beberapa bab sebagai berikut: Bab I Pendahuluan yang memuat tentang urayan latar belakang, Rumusan masalah dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan Bab II Tinjauan Pustaka yang memuat tentang konsep – konsep komunikasi , konsep imformasi, konsep komunikasi pembangunan dan kerangka pemikiran Bab III Metode penelitian, yang memuat tentang lokasi penelitian, subyek dan imforman penelitian, teknik pengumpulan data teknik analisisis data desain operasional dan konseptuaisasi BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR 2.1 Konsep Komunkasi Komunkasi adalah salah satu instruktur yang menjamin kelangsungan hidup manusia melalui fungsi – fungsi yang dijalankannya. Kita menyadari bahwa salah satu fungsi pokok dan hakiki dari komunnikasi adalah menghubungkan manusia satu dengan manusia lainya. Komunikasi seperti semen yang merekatkan suatu kelolmpok manusia baik kelompok yang yang bersifat formal maupun maupun informal. Komunikasi membuat orang yang satu engan yang lainya bisa saling mengerti dan memahami. Dari berbagi literatur komunkasi kita akan menemukan pengertian komunikasi sebagai suatu proses penyampayan pikiran, perasaan dari seseorang kepada orang lain. Pendapat lain menyatakan kounikasi sebagai pengoporan suatu ide atau gagasan untuk menyatukan kekuatan sehingga terjadi iteraksi antara orang – orang yang berkomunikasi, menuju pencapaiyan tujuan bersama (kesamaan makna). Kincaid (1977:7), mengemukakan komunikasi adala proses saling berbagi atau menggunakan imformasi secara bersama dan pertalian antara para peserta dalam pross komunikasi. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Siporin (1975:165), bahwa komunikasi adalah proses pertukaran imformasi antara dua orang atau lebih dan dalam proses itu terjadi kegiatan – kegiatan memberi/mengirim, menerima dan menaggapi pesan – pesan diantara orang yang berinteraksi. Berlo dalam bukunya communication prosess mengemukakan komunikasi sebagai suasna yang penuh keberhasilan jika hanya menerima pesan memilik makna terhdap pesan dimana makna yang diperolehnya tersebut sama dengan apa yang dimaksudkan oleh sumber. Berdasarkan pernyataan dan devinisi tersebut diatas dapat dikemukakan secara umum bahwa komunikasi adalah proses pernyataan antara manusia mengenai isi pikira dan persaannya, mengungkapkan isi pikiran dan persaan tersebut apabila di aplikasikan secara benar dengan etika yang tepat akan mampun mencegah dan menghindari konlik antar pribadi, antar kelompok, antar suku bahkan antar bangsa sehingga dapat menjaga persatuan dan kesatuan antar bangsa. Rumusan – rumusan tersebut dalam perkembangan selanjutnya diperluas dengan model – model yang telah ada diakumulasi dalam suatu pengertian menyelurauh sehingga semua unsur – unsur komunikasi merupakan alternatif penelitian dan analisis ilmiah. Adapun unsur – unsur tersebut dikemukakan oleh Arifin (1988) sebagai berikut :  Komunikator (sumber)  Komunike (pesan)  Komunikan (sasaran)  Media (alat penyalur)  Efek (Umpan balik) Dari pembagian unsur – unsur itu oleh Kincaid dan Schramm (1977:98), dalam buku asas – asas komunikasi antara nanusia yakni: peserta, pesan, saluran, dimana komunikator dan komunikan yang selama ini dikenal sebagai sumber dan sasaran digabung enjadi pesrta. Hal ini dimaksudkan bahwa dalam suatu proses komunikasi kedua unsur tersebut dapat dipilih berganti posisi, dimana komunikator dapat menjadi komunikan dan komunikan dapat menjadi komunikator yang ditemukan pada percakan sehari – hari. Sedangkan unsur mpan balik (Efek) yang dikenal selama ini dalam keseharian juga merupakan “pesan “ dari peserta komunikasi yang lain. Dari penjelasan tersebut diatas dan pembagian unsur – unsur komunikasi bahwa hubungan antara sumber imformasi (komunikator) sampai dengan efek yang ditimbullkan atau akibat dari suatu komunikasi terdapat tenggang waktu, jarak dan batas sebagai suatu proses. Model komunikasi dengan umpan balik, model ini menitik beratkan pada perhatian bahwa pesan diciptakan oleh sumber dan umpan balik diberikan oleh penerima sehingga menimbulkan kesan – kesan akan komiikasi yang berlangsung itu pada dasarnya merupakan komunikasi satu arah saja. Setelah pembahasan mengenai pengertian komunikasi dengan berbagai unsur dan prosesnya, maka menurut Anwar Arifin dalam buku startegi komunikasi komunkasi dapat dibagi atas beberapa jenis yakni : 1. Dari segi media dan peserta (komunikator dan komunikan) terdiri atas a. Komunikasi pesona b. Komunikasi kelompok c. Komunikasi massa  Komunikasi persona disebut juga komunikasi antar individu yaitu komunikasi yang berlangsung antara dua individu atau lebih dimana komunikasi ini dapat berlangsung secara tatap muka dan dapat juga berlangsung dengan menggunakan alat bantu (medium), seperti telepon, surat telegram dan lain – lain. Tipe dari komunikas persona ini sering di istilahkan dengan komunikasi individu sederhana tatap muka dan komunikasi antara individu berlat bantu.  Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat pertemuan, pertemuan, konprensi dan sebagainya  Komunikasi massa adalah komunikasi yang berlangsung secara tatap muka antara individu dengan kelompok (organisasi) dengan massa tertentu. Komunikasi ini dapat berlangsung secara tatap muka antara individu dengan kelompok seperti dalam retorika pidato, kampanye atau yang lebih umum dikenal dengan mendorong terwujudnya partisipasi masyarakat dalam mencapai tujuan nasional. Oleh karena itu adapun pemerintah lebih dapat melakukan komunikasi dua arah agar tercipta kesamaan persepsi antara pemerintah itu sendiri dengan masyarakat, dijelaskan oleh Onong Uchyana Effendi berdasarkan kendala komunikasi diperlukan media untuk menjebatani kesenjangan tersebut yaitu dengan melalui : 1. Komunikasi antara pribadi (komunikasi tatap muka) Komunikasi ini penerapanya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan imformasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama Komunikasi kelompok . Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi menjadi lebih luas. Dalam asaha menyampaikan imformasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antara pribadi. 2. Komunikasi massa Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektrinik. tetapi peran komunikasi massa melalui media masssa ini merupakan media yang paling efektif yang dilakukan pemerintah (suprastruktur) dan masyarakat (infrastruktur) untuk mengatasi kesenjangan komunikasi sehingga dampak negatife dari kesenjangan ini bisa diminimalisir. Realisasi isi komunikasi itu sendiri lebih banyak ditentukan oleh pelayanan komunikasi pemerintah dan komunikasi masyrakat secara merata. Demikan pula dengan penyebaran sosialisasi politik. Disamping dengan cara pendekatan tradisional yang dimulai dengan lingkungan keluarga dan sekitarnya, sosialisasi politik akan lebih luas lagi proses penyebaranya apabiala dilakukan melalui media massa. Harrold Laswell, menjelaskan betapa eratnya hubunganya dunia pemerintah dengan dunia komunikasi. Dalam artikulasinya, pemerintahan tidak akan lepas dari persoalan “siapa, mengatakan apa” melalui media mana” kepada siapa”, serta dengan pengaruh yang bagaimana”. Bagi pengertian masyarakat luas pemerintah yang disebarluaskan melalui media massa adalah serangkayan gambaran tentang bermasyarakat dan bernegara yang seharusnya. Dalam setiap sistem yang bagaimanapun sifat dan bentuknya, maka media komunikasi dalam hal ini media massa menjadi perhatian pemerintah dan kelompok – kelompok elite politik infrastruktur, karena media massa dapat mengunjungi komunikan dalam jumlah yang lebih besar yang tidak mungkin dijangkau dengan komunikasi kontak langsung. Media massa merupakan alat komunikasi yang berdimensi dua, bagi pemerintah dan bagi masyarakat, maka media massa berfungsi : a. Untuk menyebarkan imformasi – imformasi tentang : 1. Kebijakan pemerintah 2. Program – program untuk mensejahterakan rakyat 3. Kondisi politik dalam negri 4. Aktivitas jalinan komunikasi dengan negara – negara lain seperti kebijakan politik luar negeri. b. Untuk membentuk karakter bangsa melalui fungsi pendidikan c.Untuk melakukan fungsi sosilisasi dalam kaitan pelestarian sistem politik (sekaligus sistem nilai) d. menumbuhkan kepercayaan negara lain melalui sajian- sajian berita yang direncanakan dan ditata secara baik (sebagai alat promosi dan propaganda) Hal ini sangat relevan yang sudah maju. Kondisi perubahan sosial dan teknologi dalam masyarakat melahirkan kebutuhan yang dapat menggantikan metode lama dengan metode yang baru. Semua itu menyangkut komunkasi massa karena berada dalam situasi dimana perubahan potensial bermula dari riset ilmiah dan kebijalsanaan umum yang harus diterapkan oleh masyarakat. 2.2 Konsep Imformasi Imformasi yakni kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan, opini dan kmentar, sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi diluar dirinya. Apakah itu dalam lingkungan daerah, nasional maupun internasional. SeanMacbride (Canggara:2004), penggunaan istilah imformasi berasal langsung dari teori imformasi bahkan dinamakan teori komunikasi. Teori ini yang mulanya dikembangkan oleh Shnnon D Weaver, (Jalaludin,1990). Teori Imformasi menganggap imformasi sebagai jumlah ketidak pastian suatu jumlah terbats alternatif, pilihan yang tersediah dengan jalan berurut menduduki jumlah alternatif itu dengan separuhnya kepadatan imformasi. Banyaknya imformasi yang diterima sehingga timbul kesulitan untuk menentukan imformasi mana yang dianggap lebih penting untuk disampaikan terlebih dahulu. Mudahnya imformasi dapat diterima dan disebarkan membuat para pemebri lupa bahwa imformasi yang disampaikan butuh dicerna terlebih dahulu dan itu membutuhkan waktu. Apalagi imformasi yang disampaikan oleh atasan lebih banyak mengenai masalah daripada pemecahanya. Upaya penyebaran imformasi pembangunan yang disampaikan melalui media yang ada bagi setiap masyarakat berbeda – beda disebabkan oleh struktur dan sistem masyarakat yang berbada pula. Bagi masyarakat yang sudah linear dalam arti pengertian berbagai masalah sudah diketahui dan dimiliki oleh sebagian besar anggota masyarakat, melalui komunikasi massa modern akan lebih menguntungkan, namun bagi masyarakat yang mempunyai struktur dan sistem sosial yang majemuk , penyebran imformasi melalui media massa masih memerlukan upaya dengan media tradisional yang ada dalam masyarakat,Rogers(Nasution : 2004) 2.3 Konsep Komunikasi Pemerintah Proses komunikasi begitu penting bagi semua dimensi unsur kehidupan, baik itu sosial ekonomi, pendidikan, budaya bahkan politik yang telah didasari oleh para ahli komunikasi Aristoteles pada abad 20 an, dimana studinya terpusat pada retorika. Kini dunia dirasakan semakin kecil akibat adanya revolusi industri dan revolusi teknoligi elektronika sehingga komunikasi sudah merupakan pusat perhatian bagi semua orang untuk mengkaji komunikasi itu sendiri. Istilah komunikasi pemerintah berasal dari istilah latin communicare atau communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain berarti berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi milknya. Beberapa devinisi lain menurut Roben.J.G komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampayan pesan atau imformasi tentang pikiran atau perasaan , kemudian menurut Wilbur Schramm komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain. Sehingga dari devinisi – devinisi yang lain dapat ditarik kesimpulan bahwa makna hakiki dari komunikasi adalah ditik beratkan pada kebersamaan (communality), namun demikian penjelasan tentang bagaimana individu memilki bersama makna yang sama atau serupa juga berbeda – beda dari satu perpektif ke perpektif lain dengan demikian makna yang sesungguhnya merupakan produk yang langsung dari perspektif yang diterapkan pada komunikasi manusia. Secara etimologis Pemerintahan berasal dari kata “pemerintah” kata pemerintah sendiri bersal dari kata perintah yang beraati menyuruh melakukan sesuatu pekerjaan. Menurut W.S Sayre, pemerintah adalah organisasi dari negara yang menjalankan dan memperlihatkan kekuasaanya, jadi bila lebih lanjut dari devinisi Sayrebahwa pengertian pemerintah hampir sama dengan pengertian organisasi yaitu suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, hanya ruang lingkup dan konteks kajianya yang berbeda. Dari urayan diatas tentang kajian teoritis komunikasi dan kajian teoritis pemerintahan apa bila diaplikasikan kedalam pengertian komunikasi pemerintah dalam arti mengabungkan kedua makna tersebut lalu diprediksi dengan kenyataan yang berkembang, sementara itu dapat di asumsikan bahwa komunikasi pemerintah adalah penyampayan ide, program, dan gagasan pemerintah kepada masyarakat dalam rangka mencai tujuan negara, dalam hal ini pemerintah dapat diasumsikan sebagi komunikator dan masyarakat sebagi komunikan namun dalam suasana tertentu bisa sebaliknya masyarakat berda pada posisi sebagai penyampai ide atau gagasan dan pemerintah berada pada posisi mencermati apa yang di inginkan masyarakat. Sedangkan tujuan dari komunikasi pemerintah bila ditinjau dari sudut devinisi maupun hakikatnya antara lain sebagai berikut : 1. Mencapai pengertian satu sama lain baik antara individu dengan pemerintah, masyrakat dengan pemerintah ataupun dalam pemerintah sendiri 2. Meningkatkan hubungan kerja dan kerja sama yang baik antar individu dan antar unit organisasi atau departemen mengetahui sedini mungkin masalah – masalah yang timbul dalam pelaksanaan pekerjaan dari masing – masing unit organisasi 3. Mengurangi aspek negatife dari timbulnya konflik maupun frustasi 4. Membina kepercayaan, baik antar individu dengan pemerintah, masyarakat dengan pemerintah ataupun dalam tubuh pemerintah itu sendiri Komunikasi berarti suatu upaya bersama – sama orang lain atau membangun dengan orang lain dan membentuk hubungan. Dalam hubungan apapun inti yang dicapai dalam komunikasi adalah penggunaan bersama terhadap pesan yang disampaikan berdasarkan prinsip – prinsip pendevinisian tersebut diatas, maka Dance Steppres(Liliweri,1997), menyusun enam kategoriserta makna atau devinisi komunikasi yakni : 1. Kounikasi sebagia suatu atisftas dari sutu pihak 2. Aktifitas yang datang dari pihak lain memperngaruhi 3. Komunikasi menekan hubungan 4. Komunikasi menekan kepemilhan 5. Komunikasi sebagi trasntmisi kehidupan 6. Komunikasi sebagai penggunaan lambang Effendi (1986) mengemukakan bahwa bentuk – bentuk komunikasi adalah rencana yang meliputi metode, teknik dan hubungan fungsional antara unsur – unsur dan faktor – faktor dari proses komunikasi guna kegiatan opersional dalam rangka pencapaiyan tujuan dan sasran. Tujuan yang akan dicapai oleh pemerintah akan mendorong tercapainya program penyampaiyan imformasi pembangunan kepada masyrakat. Salah satu yang harus ditempuh adalah dengan pola penerapan teknik komunikasi yang sesuati dengan kondisi masyarakat. Sedangkan tehnik komunikasi yang dianggap mampu adalah tehnik komunikasi secara imformatif, persuasi, dan koersif;Devito (Effendi, 1988). Komunikasi imformatif merupakan tehnik komunikasi yang bersifat memberikan keterangan – keterangan (fakta – fakta) kemudian komunikan (masyarakat) mengambil kesimpulan dan keputusan sendiri. Komunikasi persuasif merupakan teknik komunikasi yang bersifat bujukan yakni membangkitkan pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan perubahan sikap, tetapi perubahan itu atas kehendak sendiri bukan paksaan. Sedangkan komunikasi koersip yang bersifat memaksa dan dengan menggunakan sanksi – sanksi apabila tidak dilaksanakan.(Widjaja,1988). 2.3.1 Tugas Pokok Pemerintahan Pemikiran dasar dibentuknya pemerintahan adalah untuk menjaga sistem ketertiban agar masyarakat dapat melakukan aktivitas kehidupanya secara wajar. Dalam perkembangan selanjutnya aktivitas masyarakat semakin beragam dan meluas, demikian juga pola hubungan dan interaksi yang berkembang, maka berkembang pulaaktivitas pemerintah menjadi sebagai pemberi pelayanan terbaik bagi masyarakat. Hakekat pelayanan kepada masyarakat bermakna menciptakan kondisi yang kondusif sehingga memungkinkan bagi setiap anggota masyarakat untuk mengembangka kemampuan dan kreativitas demi mencapai kemajuan bersama. Dengan demikian secara umum tugas pokok pemerintahan adalah sebagai berikut : 1. Keamanan 2. Ketertiban 3. Keadilan 4. Kesejahteraan 5. Ekonomi 6. Pekerjaan umum 7. Pemeliharaan sumber daya alam dan lingkungan hidup Untuk mengembang semua tugas pokok tersebut diatas pemerintah membutuhkan dukungan dari aparatur pemerintah yang tngguh dan profesional dan mampu berbuat lokal serta bersaing secara global. Seiring dengan tuntunan tersebut peningkatan kualitas aparatur pemerintah harus dilakukan rekruitmen sejak dini agar pada saatnya tiba aparatur telah benar – benar siap dan matang untuk menjalankan tugas pokok tersebut diatas. Rekruitmen dapat dilakukan secara umum mendasar dan berkesinambungan melalui lembaga tertentu yang mengkhususkan diri pada pola dan tuntutan yang dapat memenuhi tersedianya aparatur yang profesional dan mampu bersaing secara global walaupun bertindak secara lokal. 2.3.2 Perangkat Desa Perangkat desa bertugas membantu kepala desa dalam melaksanakan tugas dan wewenagnya. Salah satu perangkat desa adalah Sekretaris Desa yang di isi dari pegawai Negeri Sipil. Sekretaris Desa diangkat oleh sekretaris daerah Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Wakil Bupati/Walikot. Perangkat Desa lainya di angkat oleh kepala Desa Menurut pereturan pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang desa, disebut bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memilik batas – batas wilayah yang berwewenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara kesatuan Reublik Indonesia. Desa bukanlah bawahan Kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daera, berbeda dengan kelurahan. Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya sebuah sesa dapat ditingkatkan statusnya menjadi kelurahan. Adapun kewenangan desa adalah sebagai berikut : 1. Penyelenggaraan urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa 2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewe3nangan kabupaten/kota yang diserahkan penggaturanya kepada desa, yakni urusan pemerintahan yang secara langsung dapat meningkatkan pelayanan masyarakat 3. Tugas pemvantuan dari pemerinta, pemerintah propvinsi, dan pemerintah kabupaten 4. Tugas pembantuan dari pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota 5. Urusan pemerinthan lainya yang diserahkan kepada desa Berdasrkan UU No 22 Tahun 1999 tentang pemerinthan desa bahwa desa adalah suatu wilayah yang ditempti sejumlah penduduk, sebagai suatu kesatuan mayarakat yang mempunyai organisasi pemerintah terenda, langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara kesatuan Republik Indodnesia. Berdasarkan pengertian diatas, terlihat bahwa desa adalah suatu organisasi pemerintah, yang mempunyai hak merencanakan, mengimformasikan, melaksanakan dan mengendalikan segenab proses pembangunan. Hak otonomi yang diberikan kepada desa, pada dasarnya dimaksudkan untuk memudahkan dan mempercepat gerak pemerintah desa. dalam mereleaisasikan pembangunannya sesuai situasi, kondisi dan keinginan masyarakatnya. Pemerintah desa adalah segenab aparat desa yang mengatur jalanya proses pemerintah dan pembangunan desa termasuk dalam proses merencanaan, mengimformasikan, melaksanakan dan mengendalikan proses aktivitas pembangunan. Hal ini ditegaskan dalam UU Nomor 5 Tahun 1979 tentang pedoman dan susunan orgainisasi dan tata kerja pemerintah Desa. Kepala desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya dibantu oleh perangkat – perangkat desa yaitu sekretaris desa, kepala – kepala urusan dan kepala- kepala dusun dan peran serta masyarakat. Pemerintah desa adalah kesatuan masyarakat yang memiliki batas – batas wilayah yang berweweng untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul, adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat,berdasrakan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Neagara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah desa adalah kepala desa dan perangkat desa sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan Desa. Badan permusyawaratan desa yang selanjutnya disebut BPD adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsure penyelenggaraan pemerintahan Desa. Perangkat desa lainya adalah unsur pembantu Kepala Desa yang me;laksanakan tugas tertentu dan diangkat oleh kepala desa dengan keputusan Kepala Desa. Dusun adalah bagian wilayah dalam desa dengan batas – batas yang jelas dan erupakan lingkungan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintah Desa. Anggaran pendapatan dan belanja desa selanjutnya disingkat APB/APB Desa adalah rencana keuangan tahumnan pemerintah desa yang dibahas dan disejutui bersama oleh pemerintah desa dan BPD yang ditetapkan oleh peratuaran desa. 2.3.3 Kedudukan Tugas Dan Fungsi Kepala Desa Kepala desa merupakan pinpinan penyelenggaraan pemerintah desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama badan permusyawaratan desa (BPD), masa jabatan kepala desa adalah 6 tahun dan dapat diperpanjang lagi untuk satu kali masa jabatan.kepaladesa juga memiliki wewenang menetapkan peraturan desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD. Kepala desa dipilih langsung melaluipemilihan kepala desa (pilkades), oleh penduduk desa setempat , syarat – syarat menjadi calon kepala desa sesuai peraturan pemerintah Nomor 2 Tahun 2005 . Kepala desa adalah pemerintah yang berada dibawa camat dan dalam melaksanakan fungsinya bertanggung jawab kepada bupati dengan melalui camat. Kepala desa mempunyai tugas sebagi penyelenggara urusan pemerintah daerah, termasuk untuk pembinaan ketentraman dan ketertiban. Adapun fungsi kepala desa adalah 1. Menyelenggrakan partisipasi masyarakat 2. Melaksanakan tugas dan pemerintah tingkat atasanya 3. Melaksanakan koordinasi terhadap jalanya pemerintah desa, melaksanakan yugas yang menjadi tanggung jawab yaitu dibidang pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan 4. Melaksanakan tugas – tugas dalam rangka pembinaan ketentraman dan ketertiban Sekretaris desa mepmpunyai tugas penyelenggaraan pembinaan administrasi pemerintah desa dan memberikan pelayanan staf kepada desa. Adapun tugasnya adalah sebagai berikut : 1. Melaksanakan urusan surat menyurat kearsipan dan laporan 2. Melaksanakan urusan keungan, urusan pemerintah dan urusan pembangunan serta urusan kemasyarakatan 3. Sekretaris desa melaksanakan tugas dan fungsi kepala desa ketika berhalangan dalam melaksanakan tugasnya 2.3.4 Tugas Dan Fungsi Kepala urusan Kepala urusan mempunyai tugas melaksanakan urusan –urusan yang menjadi bidang tugasnya. Untuk melaksanakan tugas btersebut kepala urusan mempunyai fungsi pelayanan staf kepala desa sesuai bidang tgasnya. 2.3.5 Tugas Dan Fungsi Kepala Dusun Kepala dusun mempunyai tugas melaksanakan tugas kepala desa diwilayah kerjanya. Untuk melaksanakan tugas tersebut, kepala dusun mempunyai fungsimembantu melaksanakan tugas kepala desa diwilayah kerjanya. Selanjutnya mengenai tata kerja pemerintah desa, dimana dalam melaksanakan tugasnya perangkat desa menerangkan prisip – prisip koordinasi, integrasi dan ingkronisasi. didalam melaksanakan tugas – tugasnya perangkat desa dalam hal ini : 1. Sekretaris desa bertanggung jawab kepada kepala desa 2. Kepala desa bertanggung jawab kepada desa 3. Kepala – kepala urusan bertanggung jawab kepada sekretaris desa Selanjutnya menurut Soemarno(1987:37),bahwa dalam praktek penyelenggaraan pemerintah desa, maka proses pemerintahan dan pembangunan dijalankan oleh kepala desa bersama perangkat desa yaitu para kepala urusan dilingkungan kantor desa. Sedangkan kepala dusun hanya berfungsi sebagai perpanjangan tangan kepala desa dalam menyebarkan imformasi dan mengatur kehidupan masyarakat dan tidak berhak mengambil keputusan tanpa konsultasi dengan kepala desa 2.4 Konsep Pembangunan Proses pembangunan merupakan proses multidimensi yang mencangkup perubahan –perubahn penting, didalam struktur social sikap – sikap rakyat dan lembaga – lembaga nasional juga akselarasi pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan dan pemberantasan kemiskinan. Pembangunan tidak hanya mempertinggi pertumbuhan, akan tetapi memperhatikan pula pembangunan secara professional. Dalam komunikasi pembangunan yang diutamakan adalah kegiatan mendidik dan memotifasi masyarakat, bukanya memberikan laporan yang tidak realistic dari fakta – fakta atau hanya sekedar hanya untuk menonjlkan diri. Tujuan komunikasi pembangunan adalah untuk menanamkan gagasan – gagasan, sikap mental, dan mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan oleh suatu Negara berkembang. Secara pragmatis menurut Querbal (Nasution 2004), dapatlah dirumuskan bahwa komunikasi pembangunan adalah komunikasi yang dilakukan untuk melaksanakan rencana suatu Negara. 2.3.1 Konsep Komunkasi Pembanguanan Dalam Arti Sempit Dalam arti sempit komunikasi pembangunan adalah segala upaya, cara dan teknik penyampaian gagasan dan keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsi pembangunan kepadamasyarakat yang menjadi sasaran, agar dapat memahami menerima dan berpartisipasi dalam pembangunan 2.3.2 Konsep Pembanguna Dalam Arti luas Melibatkan masala yang luas komunikasi politik, komunikasi social budaya dan kebijakan komunikasi pembangunan dalam arti luas meliputi; peran dan fungsi sebagai suatu aktivitas pertukaran pesan secara tinbal balik diantara masyarakat dan pemerintah mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan. Dalam konteks ini komponen dilihat sebagai rangkayan usaha mengkomunikasikan pembangunan kepada masyarakat, agar mereka ikut seta dalam memperoleh manfaat dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh suatu bagsa. Usaha terebut mencangkup studi, analisis, promosi evaluasi dan teknologi komuniukasi untuk seluruh sector pembangunan. Pengertian ini tercermin dalam sejumlah kegiatan sistematis yang dilaksanakan oleh berbagai badan dan lembaga yang bersifat local, nasional maupun internasional dalam menyebarkan gagasan pembangunan kepada khlayak ramai. Pembangunan pada dasarnya minimal melibatkan tiga komponen yakni sebagai brikut :  Komunikator yakni apart pemerintahan atau masyarakat  Pesan pembangunan yakni program – program pembangunan  Komunikan yakni masyarakat luas yang menjadi sasran (desa/kota) Dari beberapa pengrtian tersebut dapat simpulkan bahwa komunikasi pembangunan merupakan suatu strategi yang menekankan pada perlunya pada perlunya sosialisasi pembangunan kepada para pelaku pembangunan berupa penyebaran pesan oleh sesorang atau sekelompok kepada khayalak guna mengubah sikap, pendapat, perilakunya dalam rangka meningkatkan kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah untuk mencapai tujuan pembangunan yang manfaatnya dapat dirsakan secara merata oleh seluruh rakyat. 2.5 Kerangka Pemikiran Memahami pelaksanaan komunikasi pemerintah dalam menyampaikan imformasi pembangunan kepada masyarakat, maka peneliti mennggunakan teori komunikasi organisasi. Beberapa model yang dikenal dalam komunikasi, namun yang erat kaitannya dengan kominkasi organisasi adalah model yang diungkapkan bersuimber dari Sandjaja (1994). Model ini memilik beberapa unsur : diawali sumber (source) baik individu maupun kelompok yang berusaha berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain. Langkah yang dilakukan oleh sumber pertama kali adalah identian yaitu penciptaan suatu gagasan atau pemelihan seperangkat imformasi yan dikomunihkasikan. Identian merupakan ;landasan bagi suatu p[esan yang disampaikan. Langkah kedua, dalam pemciptaan suatu pesan adalah encoding yaitu sumber yang meberjemahkan imformasi atau gagasan dalam wujud kata – kata, tanda – tanda maupun lambang – lambang yang disengaja atau menyampaikan imformasi dan mempunyai efek pada orang lain. Dimana pesan adalah alat atau sarana untuk mengespresikan gagasanya dalam bentuk lisan, bahasa tertulis ataupun perilaku non verbal seperti bahasa isyarat, ekpresi wajah ataupun gambar. Langkah ketiga, dalam kominkasi adalah proses penyampaian pean yang telah disandi (encode) . sumber penyampaian pean kepada penerima dengan cara berbicara, menulis, mengambar ataupun melalui suatu tindakan tertentu. Pada langkah ketiga dikenal dengan istilah Channel atau saluran yaitu alat – alat untuk menyampaikan suatu pesan saluran atau komunikasi lisan dan komunikasi tatap muka, radio, telepon. Sedangkan saluran komunikasi tertulis meliputi suatu matri yang tertulis ataupun sebuah media yang dapat memproduksi kata – kata tertulis seperti televisi, computer, kaset, video atau OHP (ofer head projector). Langkah keempat perhatian dialihkan kepada penerima pesan.jika pesan itu bersifat lisan, maka penerima perlu menjadi pendengar yang baik, karena jika penerima tidak mendengar pesan tersebut akan hilang dalam proses ini penerima melakukan decoding yaitu memberikan penafsiran interprstasi terhadap pean yang disampaikan kepadanya. Pemahaman merupakan kunci untuk melakukan decoding dan hanya terjadi dalam pikiran penerima. Langkah kelima, dalam proses komunikasi adalah feed beck atau umpan balik yang memungkinkan sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telah disampaikan kepada penerima. Respon atau umpan balik dari penrima terhadap pesan yang disampaikan kepada penerima. Respon atau umpan balik dari penerima terhadap pesan yang disampaikan sumber dapat terwujud kata – kata atupun tindakan tindakan tertentu. Umpan balik inilah yang dapat dijadikan landasan untuk mengevaluasi efektifitas komunikasi. Effendi 1986), mengemukakan bahwa bentuk – bentuk komunikasi adalah rencana yang meliputi metode teknik dan tata hubungan fungsional antara unsur – unsur dan factor – factor dari proses komunikasi juga kegiatan operasional dalam rangka pencapayan tujuan dan sasaran. Tujuan yang akan dicapai oleh pemerintah akan mendorong tercapainya program penyampaian imformasi pembangunan kepada masyarakat, salah satu yang harus ditempuh adalah dengan pola penerapan teknik kominkasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Sedangkan teknik komunikasi yang di anggap mampu adalah tekik komunikasi secara imformatif persuasive dan koersip; Devito (Effendi:1998). Komunikasi imformatif merupakan teknik komunikasi yang bersifat memberikan keterangan – keterangan (fakta – fakta ), kemudian komunkan (masyarakat),mengambil keputusan atau kesimpulan sendiri. Komunikasi persuasif merupakan teknik komunuikasi yang bersifat bujukan yakni membangkitkan pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan perubahan sikap, tetapi perubahan itu atas kehendak sendiri bukan paksaan. Sedangkan komunikasi koersip adalah komunikasi yang bersifat memaksa dan dengan menggunakan sanksi – sanksi apabila tidak dilaksanakan. Tetapi dalam prakteknya belakangan ini banyak kejadian yang mengisyaratkan adanya gejala kesenjangan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah. Kesenjangan komunikasi terjadi karena komunikasi satu arah (linier) atau pemakayan model komunikasi Top Down terlampau dominan. Padahal yang dibutuhkan masyarakat adalah komubnikasi dua arah, dialogis, horizontal, bebas transparent dan egaliter agar pembangunan social bebas berjalan lancer. Minimnya penggunaan paradigm komunikasi yang demikian desebabkan oleh pendekatan keamanan dan stabilitas yang sangat dominan dalam pembangunan.beberapa ahli komunikasi massa mensinyalir bahwa meskipun pelaksanaan pembangunan pedesaan telah disiapkan secara baik tidak menjamin akan bias dilaksanakan dan berhasil dengan baik apabila tidak didukung dengan metode komunikasi efektif. Tugas pemerintah pembangunan dan kemasyarakatan adalah  Menyelenggaraka dan membina keamanan dan ketertiban diwilayah kerja  Melaksanakan pembinaan karir pegawai  Memberikan sarana atau pertimbangan kepada bupati dengan melalui Sekda dalam rangka penggambilan keputusan yang menyangkut tugas – tugas umum pemerintah dan kemasyarakatan Didesa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan yakni lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat desa. Lembaga kemasyarakatan ditetapkan dengan peratuaran desa. Salah satu fungsi ;lembaga kemasyarakatan adalah sebagai penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan. Hubungan kerja antara lembaga kemasyarakatan dengan pemerintah desa bersifat kemitraan, konsultatif, dan koordinatif. Badan permusyawatan desa (BPD), merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah desa. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keyterwakilan wilayah. Anggota BPD terdiri dari ketua rukun warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama, tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. Masa anggota BPD adalah enam tahun dan dapat diangkat /diusulkan kembali untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Pimpinan dan anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai kepala desa dan perangkat desa. BPD berfungsi menetapkan peraturan desa bersama kepala desa menampung dan metalurkan aspirasi masyarakat Admistrasi desa adalah keseluruhan proses pencatatan data dan imformasi mengenai penyelenggraan pemerataan desa pada buku administrasidesa. Administrasi umum adalah keseluruhan proses kegiatan pencatatan data dan imformasi mengenai kegiatan pemerintahan desa pada buku administarsi umum. Berdasarkan uraian kerangka pemikiran diatas, dapat di ilustrasikan dalam bagan kerangka piker sebagai berikut: Skema kerangka pikir penelitian Aktivitas komunikasi pemerintah dalam menyampaikan imformasi pembangunan kepada masyarakat Teori komunikasi organisasi Sendjaja (1994) Teori Komunikasi Organisasi Sendjaja (1994) Teknik komunikasi pemerintah Imformatif Persuasif Koersip kemasyarakatan pembangunan admistasi desa BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kotawo Kecamatan Kulisusu. Kab. Buton Utara. Dengan pertimbangan bahwa Desa Kotawo merupakan salah satu Desa yang masih tertinggal dalam pembangunan. Serta untuk mengetahui sejauh mana partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa. Hal ini merupakan salah satu alasan peneliti ingin mengetahui bagaimana aktivitas komunkiasi yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam menyampaikan imformasi pembangunan kepada masyarakat. 3.2 jenis penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teori komunikasi organisasi (Sendjaja:1994),aktivitas komunikasi pemerintah, Devito (Effendi,1998). Komunikasi pemerintah adalah penyampaian ide – ide, program dan gagasan pemerintah kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan Negara. 3.3 imforman dan teknik pemihan imforman 3.3.1 Imforman Penelitian Imforman adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan data dan imformasi, tentang situasi dan kondisimengenai masalah dalam penelitian. Imforman dalam penelitian ini adalah pemerintah Desa Ktawo yakni Kepala Desa, aparat – aparatnya, tokoh masyarakt, pemuka agama, dan pemuda dalam masyarakat. 3.3.2 Teknik Penentuan Imforman Imforman dalam penelitian ini ditentukan secara total sampling artinya imforman diambil keseluruhan dalam sebuah istansi pemerintah desa sesuai dengan kebutuhan penelitian. Menggunakan tehnik total sampling dendan pertimbangan bahwa imforman yang dipilh adalah terdiri dari satu organisasi pemerintah desa yaitu kepala desa dan perangkatnya. 3.4 Teknik Pengumpulan Data. Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengamatan (observasi), wawancara mendalam, dan doumensi. Wawancara mendalam terutama akan dilakukan pada imforman kunci. Untuk membantu dan memudahkan dalam proses pengumpulan data primer, penelti juga menggunakan instrument pengumpulan data penelitian, berupa buku catatan lapangan, panduan wawancara , tape recorder dan kamera (MP 6). Selain data primer, peneliti juga membutuhkan data sekunder ebagai data pendukung dalam penelitian ini yang diperoleh dengan melalui hasil – hasil penelitian, dan sumber – sumber lain yang relevan dengan topic dalam penelitian ini. 3.5 Teknik Analisis Data Setelah data penelitian terhimpun, langkah selanjutnnya dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitataif yaitu mendeskripsikan secara jelas data – data yang telah diperoleh dilapangan penelitian baik secara primer maupun secara sekunder, yang telah dikumpulkan dan diolah serta menjelaskan dampak – dampak dari imformasi pembangunan yang dismpaikan oleh pemerintah desa terhadap masyarakat. 3.6 Desain Operasional Unit analisis Struktur Unit Analisis Teknik Pengumpulan Data Teknik komunihkasi - imformatif Observasi Pemerintah - persuasive wawancara - Koersip dan Dokumentasi Sasaran - kemasyarakatan - Pembangunan - Administrasi Desa 3.7 Konseptualisasi 1. komukasi adalah proses komunikasi oleh pemerintah desa besrta para perangkatnya dalam menyampaikan pesan atau imformasi pembangunan baik menggunakan media maupun secara tatap muka dengan masyarakat. 2. komunikasi pemerintah adalah penyampaian ide, gagasan, program pemerintah kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan Negara, dalam hal ini pemerintah dapat di asumsikan sebagai komunikator dan masyarakat sebagai komunikan namun dalam suasana tertentu bias sebalikya . 3. pemerintah desa terdiri dari : kepala desa, sekretaris desa, kepala urusan pemerintahan, kepala urusan ekonomi, kepala urusan umum dan kepala dusun. Yang mengatur jalanya proses pemerintah desa termasuk dalam merencanakan, mengimfomasikan, melaksanakan dan mengendalikan aktivitas proses pembangunan. 4. Imformasi pembangunan adalah imformasi pada titik pandang komunikasi pembangunan yang difokuskan pada usaha penyampaian dan pembagian antara pemerintah dan masyarakat. Pada proses ini imformasi dibagi dan dimanfaatkan bersama – sama dan seluas luasnya yang sesuai dan berguna bagi kehidupan. 5. Komuikasi pembangunan adalah segala upaya cara dan teknik penyampaian gagasan dan keterampilan pembangunan yag bersal dari pihak yang memprarkasai pembangunan kepada masyarakat yang menjadi sasran. 6. komunikasi imformatif adalah tehnik komunikasi yang bersifat memberikan keterangan – keterangan (fakta - fakta),kemudian komunikan (masyarakat) mengambil kesimpulan dan keptusan sendiri. 7. komunikasi persuasive merupakan teknik komuakasi yang bersifat bujukan yakni membangkitkan pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan peribahan sikap, tetapi peribaha itu atas kehendak sendiri bukan mrupakan suatu paksaan. 8. komunikasi koersif adalah komunikasi yang bersifat memaksa dan dengan mengunakan sanksi-sanksi apabila tidak terlaksanakan. 9. Di desa dapat di bentuk lembaga kemasarakatan, yakni lembaga yang di bentuk oleh masayrakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerinta desa dalam memberdayakan masyarakat. Lembaga kemasarakatan di tetapkan dengan peraturan desa. Salah satu fungsi lembaga lembaga kemasarakatan adalah sebagai penampugan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangun. 10. pembangunan desa adalah adalah proses pembangunan (lahan, kota bisnis, masyarakat dan sebagainya) yang berprinsip “ memenuhi kebutuhan sekarang tampa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi kedepan. 11. Administrasi desa adalah keseluruhan proses kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan desa pada buku administrasi desa. DARTAR PUSTAKA Ardianto, Elvinaro dan Erdinaya Lukiati Komala. 2004 Komunikasi massa (suatu pengntar). PT Simbiosa Rekatama Media. Bandung. Arifin, Anwar. 1988 Ilmu komunikasi (sebuah pengantar). CV Rajawali.Jakarta ………..…….1984 strategi komunikasi (sebuah pengantar ringkas) Armico Bandung Canggara, Hafied. 2004 pengantar Ilmu komunikasi PT Raja Grafindo Persada Jakarta Effendi, Onong. 1986 hubungan masyarakat suatu studi komunikologis, CV Remaja Rosda Karya. Bandung ……………….1998 Ilmu komunikasi (teori dan praktek), PT Rosda Karya. Bandung Hasan, Erlina. 2005, komunikasi pemerintah. PT Refika Aditama, Bandung Jahi, Amri. 1988 Komunikasi massa dan pembangunan pedesaan di Negara - Negara dunia ketiga. PT Gramedia, Jakarta. Kincaid, D. L and W. Schramm. 1977 Azas-Azas Komunikasi Antar Manusia . LP3ES Jakarta. Liliweri, Alo. 1997. Komunikasi Antar Pribadi. Citra Aditya Bakti. Bakti Mulyana, Deddy Ma. 2007 Ilmu komunikasi (suatu pengantar). PT Remaja Rosda Karya. Bandung …………………dan Solatun. 2007 Metode penelitian komunikasi. PT Remaja Rosada Karya. Bandung Nasution, Zulkarimen. 2004 komunikasi pembangunan. (pengenalan teori dan penerapanya). PT Raja Grafindo Persada. Jakarta Praknikti, Riono. 1987 berbagai efek ilmu komunikasi. Remaja Karya CV. Bandung Rahmat, Jalaludin. 1990 Teori Komunikasi. PT Remaja Rosda Karya Bandung. Rogers, Eventt M. 1992 Komunikasi dan Pembangunan perspektif kritis . LP3ES Jakarta. Sendjaja, S. Djuarsa dkk. 1994 teori komunikasi universitas terbuka. Depdikbud. Jakarta. Susanto, Astrid. S. 1977 Komunikasi Konteporer. Bina Cipta Bandung Widjaja, H. A. W. 1988 Ilmu Komunikasi , Rineke Cipta. Bandung PEDOMAN WAWANCARA Identitas Imforman Nama : Umur : Suku : Pekerjaan : Pendidikan : Alamat : DAFTAR PERTANYAAN 1. Bagaimana aktivitas pemerintah desa dalam menyampaikan imformasi pembangunan kepada masyarakat…? 2. Bentuk komunikasi apa saja yang di lakukan oleh pemerintah desa dalam menyampaikan imformasi pembangunan kepada masyarakat..? 3. Apakah modek komunikasi yamg dilakukan oleh pemerintah itu berjalan sesuai dengan harapan pemerintah..? 4. Apakah masyarakat mengerti maksud dari pesan atau imformasi yang disampaikan oleh pemerinyah itu…? 5. Imformasi – imformasi apa saja yang disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat …? 6. Apakah di desa ini pernah diadakan musrembang dan program – program apa saja yang diusulkan oleh masyarakat..? 7. Apakah sekarang salah satu programnya sudah ada yang terealisasikan…? 8. Apakah sekolah dasar / SD 3 Lambale pernah mendapatkan bantuan untuk perbaikan/rehab…? 9. Untuk perumahan Guru di SD 3 Lambale tersebut perna mendapatkan batuan untuk perbaikan kembali…? 10. Bagaimana Realisasi dari penggunaan dana blogrent yang seratus juta pertahun nya…? 11. Apa apa saja yang di bangunkan dari bantuan dana blogren tersebut…? 12. Berapa kali di adakan pertemuan atau rapat setiap kali habis mendapat bantuan dana blogrent untuk kepentingan pembangunan…? 13. Dari penggunaan dana blogrent tersebut apa - apa saja yang menjadi sasaram pembangunan di desa ini…? DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...i HALAMAN PERSETUJUAN……………………………….……………. ..ii HALAMAN PENGESAHAN .iii DAFTAR ISI .xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang …………………………………………………….1 1.2 Rumusan Masalah………………………………………………….7 1.3 Tujuan dan Manfaat penelitian……………………………………..8 1.3.1 Tujuan Penelitian…………………………………………...8 1.3.2 Manfaat Penelitian………………………………………….8 1.4 Sistematika penulisan………………………………………………8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep komunikasi…………………………….…………………15 2.2 Konsep Imformasi.……………………………..…………………22 2.3 konsepkomunikasi pemerintah……………………………………23 2.3.1 Tugas pokok pemerintahan……………………………...27 2.3.2 Perangkat Desa…………………………………………2.8 2.3.3 Kedudukan Tugas Dan Fungsi Kepala Desa……………31 2.3.4 Tugas Dan Fungsi Kepala urusan ………………………33 2.3.5 Tugas Dan Fungsi Kepala Dusun ………………………33 2.4 Konsep Pembangunan ……………………………………………34 2.5 Kerangka pikir………………………………………………….…37 BABIII METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian…………………………………………………38 3.2 Jenis Penelitian...…………………………………………………38 3.3 imforman dan teknik pemihan imforman ………………………..38 3.3.1 imforman penelitian …………………………………….38 3.3.2 Imforman………………………………………………..37 3.4 Teknik Pengumpulan Data……………………………………….38 3.5 Teknik Analisis Data……………………………………………..38 3.6 Desain Operasional ……………………………………………….39 3.7 Konseptualisasi……………………………………………………40 DARTAR PUSTAK AKTIVITAS KOMUNIKASI PEMERINTAH DALAM MENYAMPAIKAN IMFORMASI PEMBANGUNAN KEPADA MASYARAKAT (Studi Komunikator di Desa Kotawo Kecamatan Kulisusu Barat. Kab. Buton Utara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar