Jumat, 01 Juni 2012
PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS KOMUNIKASI PEMASARAN PT. ARINDO DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PELANGGAN DI KOTA KENDARI (STUDI KOMUNIKASI PADA KANTOR PT. ARINDO KOTA KENDARI)
BAB I
PENDAHULUAN
• Latar Belakang
Komunikasi oleh sebagian orang diartikan sekedar sebagai proses pemberitahuan dari pihak satu kepihak lain, komunikasi tersebut dapat berupa intruksi-intruksi, rencana-rencana, sarana-sarana,petunjuk-petunjuk dan sebagainya. Dengan kemajuan teknologi yang demikian pesatnya maka teknologi alat-alat komunikasipun bertambah maju pula.
Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa suatu perusahaan yang sudah memakai alat-alat komunikasi modern, perusahaan itu telah memakai komunikasi yang baik. Pendapat tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan karena meskipun perusahaan tersebut telah menggunakan alat-alat modern, tetapi tidak menjamin bahwa komunikasi perusahaan telah dilaksanakan dengan baik.
Untuk melaksanakan komunikasi dengan baik perlu adanya jalinan pengertian antara yang menyampaikan komunikasi dengan yang menerima komunikasi tersebut. Dengan demikian meskipun suatu perusahaan telah menggunakan alat-alat komunikasi modern, tetapi apabila perusahaan tidak dapat menciptakan jalinan pengertian, maka penggunaan alat-alat mutakhir tersebut hampir tidak ada artinya. Dengan kata lain unuk dapat melaksanakan komunikasi yang baik dalam perusahaan sebagai syarat mutlak adalah adanya jalinan pengertian. Dan alat-alat komunikasi tersebut hanyalah sebagai alat yang membantu melancarkan komunikasi tersebut.
Selain itu Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim, keberhasilan tidak akan diperoleh tanpa penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif akan berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, maka kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang baik, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta keterampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian yang sangat penting, termasuk dalam kegiatan komunikasi pemasaran yang biasa dilakukan oleh perusahaan yang mempunyai tujuan yakni meningkatkan jumlah pelanggan.
Dalam meningkatkan jumlah pelanggan perusahaan keberhasilan komunikasi bisnis merupakan faktor yang sangat menentukan karena menyangkut kesamaan pemahaman antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi pemasaran. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan komunikasi pemasaran ,cara penyampaian pesan pemasaran, perilaku komunikasi, dan situasi atau tempat dan waktu kegiatan komunikasi pemasaran.
Berbagai perusahaan telah memasuki era kompetensi. Dengan persaingan yang sangat meningkat, maka setiap perusahaan perlu menentukan strategi pemasaran yang efektif dan efisien guna meraih keuntungan. Setiap perusahaan dalam mencapai tujuannya diperlukan perencanaan pemasaran yang tepat sehingga pihak pemakai ataupun khalayak dapat mengenal, menaruh perhatian, menyukai, dan memilih produk yang dipasarkan, olehnya itu pihak perusahaan harus memperhatikan sigmen pasar dan khayalaknya. Perusahaan yang modern tidak hanya memasarkan produk yang bermutu menetapkan harga menarik, dan membuat produk yang dapat terjangkau oleh pelanggan, tetapi juga harus menjaga citranya melalui komunikasi pemasaran yang baik.
Unsur yang terpenting dalam kegiatn pemasaran adalah meyakinkan konsumen akan membeli produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus mampu memberikan informasi kepada pembeli mengenai keberadaan produk suatu perusahaan. Dalam hal ini kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan menitik beratkan pada usaha mencitakan kesadaran kepada masyarakat secara umum tentang barang yang diproduksi sampai akhirnya mereka bersedia melakukan pertukaran.
Hal utama yang menjadi dasar perlu adanya pemasaran bagi perusahaan adalah karena produk yang dihasilkannya tidak bisa mencari konsumennya sendiri. Oleh karena itu, di setiap koorporat selalu terdapat bidang khusus yang menangani distribusi produk mereka agar sampai ke tangan konsumen. Divisi tersebut dinamakan divisi pemasaran, yang di dalamnya termasuk bagian penjualan.Semakin ketatnya kompetisi di antara perusahaan, menjadikan bidang pemasaran ini mendapat perhatian sangat serius para ahli, karena ia menjadi semacam roh bagi sebuah koorporat. Betapa pun bagusnya sebuah produk, tanpa didukung pemasaran yang memadai, akan menjadi sia-sia. Kualitas sebuah produk memang menentukan daya tarik bagi konsumen, tetapi tanpa didukung model pemasaran yang memadai, akan sulit sampai ke tangan konsumen.Sebuah produk barang atau jasa tidak akan dibeli apabila konsumen tidak mengetahui kegunaannya, keunggulannya, dimana produk dapat diperoleh dan berapa harganya. Untuk itulah konsumen yang menjadi sasaran produk perlu diberikan informasi yang jelas.
Komunikasi pemasaran dalam perusahaan adalah merupakan setiap komunikasi yang digunakan untuk membangun hubungan, dalam mempromosikan satu gagasan; suatu produk perusahaan, dengan sasaran untuk menciptakan nilai bagi pemasaran yang dijalankan.
Komunikasi pemasaran meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari sisi internal dan eksternal pemasaran tersebut. Komunikasi yang internal termasuk komunikasi visi (perseroan/perusahaan), strategi, rencana-rencana, kultur/budaya perusahaan, nilai-nilai dan prinsip dasar yang terdapat di perusahaan, motivasi karyawan, serta gagasan-gagasan. Komunikasi eksternal termasuk merek, pemasaran, iklan, hubungan pelanggan, humas, hubungan-hubungan media, Bagaimanapun bentuknya, semua hal tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan suatu nilai pemasaran suatu yang dapat meningkatkan jumlah pelanggan yang menjadi sasaran perusahaan.
PT Arindo Kendari sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang bisnis merupakan perusahaan pertama di kota Kendari berusaha meningkatkan jumlah pelanggan dengan memanfaatkan komunikasi pemasaran melalui penjualan produk air mineral dengan merek Arindo.
Dari hasil pengamatan awal langsung pada PT Arindo Kendari dalam kegiatan komunikasi pemasarannya hanya menggandalkan kegiatan promosi langsung pada masyarakat melalui media-media yang ada dikota kendari,tanpa memperhatikan lebih detail tentang pemanfaatan komunikasi pemasaran yang tepat sehingga mengakibatkan produk yang dihasilkan oleh PT Arindo Kendari mengalami persaingan ketat dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan lain yang ada seperti produk air mineral merek luar seperti air mineral Aqua,HN,Cheers, Flow yang hampir merata digunakan oleh masyarakat kota kendari.
PT Arindo Kendari memanfaatkan komunikasi pemasaran dalam menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen mengenai semua produk-produk PT Arindo Kendari sebaiknya juga menggunakan konsep yang secara umum sering digunakan untuk menyampaikan pesan yakni lima jenis promosi yang biasa disebut sebagai bauran promosi yakni iklan, penjualan tatap muka, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas serta pemasaran langsung.
Sehubungan dengan hal tersebut maka dipandang perlu melakukan penelitian dengan judul : “Analisis Komunikasi Pemasaran PT Arindo Dalam Meningkatkan Jumlah Pelanggan di Kota Kendari.
• Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :
• Bagaimana fungsi komunikasi pemasaran PT Arindo dalam meningkatkan jumlah pelanggan di Kota Kendari?
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
• Tujuan Penelitian
• Untuk mengetahui fungsi komunikasi pemasaran PT Arindo dalam meningkatkan jumlah pelanggan di Kota Kendari
• Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini, adalah sebagai berikut:
• Secara teoritis; hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperluas wawasan tentang komunikasi pemasaran
• Secara praktis; hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada komunikasi pemasaran PT Arindo dalam meningkatkan jumlah pelanggan di Kota Kendari.
• Secara metodologis; Sebagai bahan informasi tambahan bagi peneliti selanjutnya dalam rangka memperkaya literatur hasil penelitian khususnya yang berkaitan dengan komunikasi pemasaran.
• Sistematika Penulisan
Penelitian yang dilakukan pada PT Arindo Kendari memiliki sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I Menjelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II Menjelaskan tentang sejumlah teori, konsep dan kerangka pikir.
BAB III Menjelaskan tentang lokasi penelitian, subjek dan informan penelitian, teknik penentuan informan, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, desain operasional penelitian dan konseptualisasi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.1.Pengertian Komunikasi
Komunikasi pada dasarnya dapat terjadi dalam berbagai konteks kehidupan manusia. Kehidupan akan tampak hampa atau tiada kehidupan sama sekali apabila tidak ada komunikasi. Karena tanpa komunikasi interaksi antar4 manusia baik secara perorangan kelompok ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi.
Istilah komunikasi (communication) bersumber dari kata communis yang berarti sama. Selanjutnya proses komunikasi berlangsung bila ada kesamaan makna mengenai apa yang diperbincangkan, Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah proses mengubah prilaku orang lain. Selanjutnya mendefinisikan pengertian komunikasi kedalam sebuah pengertian ilmu mendefinisikan pengertian komunikasi kedalam sebuah pengertian ilmu adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar azas-azas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap.
Istilah komunikasi diambil dari perkataan Inggris “Communication” istilah ini bersumber dari bahasa latin communicatio yang artinya pemberitahuan, pemberian bagian dalam sesuatu pertukaran dimana si pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya dan ikut mengambil bagian.
Jika ditinjau dari asal katanya maka kata ini bersifat umum dan terbuka dan bersama-sama yakni:
“Communis” atau dalam bahasa Inggris disebut Common, Commones. Sedangkan kata kerjanya adalah Communicare” yang berarti bermusyawarah, berunding dan berdialog. Jadi komunikasi atau berkomunikasi berarti suatu upaya bersama-sama orang lain atau membangun kebersamaan dengan orang lain dengan membentuk perhubungan” (Arifin, 1983:82).
Pengertian ini memberi penjelasan bahwa dari segi asal kalimat komunikasi merupakan upaya bersama-sama orang lain dalam konteks membentuk perhubungan sebagai perilaku yang membawa pesan dan yang diterima oleh orang lain.
Beberapa ahli lainnya mencoba melihat pengertian komunikasi dari sudut pandang yang lain diantaranya dari sisi psikologi dan soiologi yang kesemuanya mengarah pad apertemuan dan kesamaan pandangan yakni komunikasi identik dengan perhubungan. Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa secara umum pendapat para ahli tersebut membagi garis ekstrim pengertian komunikasi dalam pandangan komunikasi sebagai proses dan komunikasi dalam unsure pendukungnya.
Pendapat-pendapat tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:
Dalam buku asas-asas komunikasi antar manusia diungkapkan bahwa komunikasi adalah sebagai proses saling berbagi atau menggunakan informasi secara bersama dan pertalian antara para peserta dalam proses informasi
Dari pendapat ini dapat disimpulkan bahwa komunikasi tidak lain dari suatu proses transformasi dan pertukaran nilai serta manfaat dari suatu pertalian hubungan sosial yang bermuara pada informasi.
Sedangkan dari tinjauan dan sudut pandang psikologi para ahli menegmukakan bahwa komunikasi adalah setiap tingkah laku yang membawa pesan dan dimengerti oleh orang lain yang dapat berbentuk verbal maupun non verbal
Ahli lainnya mengungkapkan bahwa komunikasi adalah usaha yang menimbulkan respons melalui lambang verbal, ketika lambang verbal tersebut bertindak sebagai stimulus
Pendapat ini lebih dipertegas lagi dalam kamus Psikologi “Dictionary of Behavioral Science” yang menyebutkan bahwa terdapat enam pengertian komunikasi yaitu:
• Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ke tempat yang lain seperti dalam sistem saraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara
• Penyampaian atau penerimaan signal atau pesan oleh organisme
• Pesan yang disampaikan
• Proses yang dilakukan satu sistem untuk mempengaruhi sistem yang lain melalui pengaturan signal-signal yang disampaikan.
• Pengaruh suatu wilayah persona pada wilayah persona yang lain sehingga perubahan dalam suatu wilayah menimbulkan perubahan yang berkaitan pada wilayah lain.
• Pesan pasien kepada pemberi terapi dalam psikoterapi.
Dari pendapat dan daftar pengertian yang telah dikemukakan di atas menunjukkan bahwa rentang komunikasi dalam pandangan psikologi memiliki makna yang sangat luas yang diidentikkan dengan segala penyampaian energi, gelombang suara, tanda diantara tempat, sistem bahkan organisme yang dipergunakan sebagai proses, pesanan dan pengaruh dalam pengelolaan informasi.
Laswell (Mulyana, 2000), mengatakan bahwa cara yang baik untuk mengatkan komunikasi adalah menjawab pertanyaan sebagai berikut Who says what which chanell to who with what. Paradigma laswell menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur dalam menjawab pertanyaan yang diajukan itu, antara lain ; komunikator ( communication, source, sender), pesan (message), saluran (channel, media), komunikan (Effect, impact, influence). Berdasarkan paradigma laswell tersebut, komunikan adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.
Menurut Aristoteles (devito,1980) unsur-unsur komunikasi yaitu :
• komunikator, pengirim sumber komunikasi
• pesan, suatu pengertian yang akan disampaikan oleh pengirim kepada penerima
• komunikan, pihak yang memperoleh warta dari pengirim warta.
Ketiga unsur –unsur diatas merupakan proses terjadinya komunikasi dan antara unsur-unsur tersebut saling terkait. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengertian komunikasi.
Definisi komunkasi menurut kelompok komunikasi dalam (hafied Cangra 1998) yakni komunikasi adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang-orang lain mengatur lingkungannya dengan membangun hubungan antara sesama manusia melalui pertukaran informasi untuk menguatkan sikap dan tingkah laku.
A.W. Widjaja (1993) berpendapat bahwa komunikai adalah hubungan kontak antar dan antar manusia bai individu maupun kelompok.
Susanto (1997) mengemukakan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian informasi, maksud dan pengertian dari seseorang kepada orang lain. Selanjutnya Moekijat (1993), menambahkan pengertian komunikasi adalah seni mengembangkan dan mendapatkan pengertian di antara orang-orang.
Komunikasi pada hakekatnya suatu proses yang mempunyai cakupan pengetahuan yang sangat luas. Menurut Moekijat (1993), komunikasi dapat dibedakan dalam beberapa benuk :
• suatu perintah dalam hal mana komuniksi merupakan bagian dari proses memimpin.
• suatu permintaan, seperti permintaan dari tenaga kerja kepada manajemen.
• suatu observasi, mungkin merupakan bantuan atau pengambilan keputusan atau mungkin hanya merupakan suatu pernyataan dari sudut pandang.
• sebagai informasi, seperti data untuk dipergunakan oleh manajemen.
• sebagai pelajaran, mungkin berhubungan dengan pelatihan atau sebagai bagian dari proses delegasi
• dalam pengambilan kebijaksanaan untuk menggunakan dengan resmi prinsip-prinsip dasar standar.
Arah sasaran komunikasi pada efek yang positif atau efektivitas supaya komunikasi lebih jelas dan terarah maka komunikasi tersebut harus memenuhi beberapa unsur yaitu :
• sumber, adalah pengirim, sumberkomunikasi atau komunkator
• warta, adalah suatu pengertian yang akan disampaikan oleh pengiim warta kepada penerima warta
• saluran, adalah alat untuk menyampaikan warta pada penerima warta
• penerima (komunikan), adalah pihak yang memperoleh warta dari pengirim warta
• umpan balik adalah tanggapan atau reaksi dari penerima warta kepada pengirim warta. (Effendy 1986)
kelima unsur di atas merupakan persyaratan terjadinya proses komunikasi dan antara unsur-unsur tersebut saling terkait. Namun, dalam mencapai strategi operasional tertentu.
Istilah komunikasi berpangkal pada perkataan latin Communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Komunikasi juga berasal dari akar kata dalam bahasa Latin Communico yang artinya membagi. Istilah komunikasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan tersebut dapat dipahami.
Kegiatan komunikasi selalu terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari, baik itu disadari atau tidak. Karena dalam melaksanakan segala kegiatannya, manusia selalu berpusat pada kegiatan komunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas tanpa komunikasi, baik secara langsung, maupun tidak langsung, verbal maupun non-verbal, dengan bentuk apapun.
Jadi, kalau dua orang terlibat dalam komunikasi, misalnya dalam bentuk percakapan, maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dipercakapkan. Kesamaan bahasa yang dipergunakan dalam percakapan itu belum tentu menimbulkan kesamaan makna. Dengan lain perkataan, mengerti bahasanya saja belum tentu mengerti makna yang dibawakan bahasa itu. Jelas bahwa percakapan kedua orang tadi dapat dikatakan komunikatif apabila kedua-duanya, selain mengerti bahasa yang dipergunakan, juga mengerti makna dan bahan yang dipercakapkan.
Secara kodrati, manusia harus hidup bersama manusia lain, baik demi kelangsungan hidupnya, keamanan hidupnya, maupun demi keturunannya.(Effendy:2003:27). sebuah definisi singkat dibuat oleh Harold D. lasswel, Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai beriku: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect? Jadi, berdasarkan paradigma lasswel tersebut, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.(Harold D. lasawell dalam Effendy:1984:10)
Dari beberapa definisi tersebut, maka dapat kita golongkan ada tiga pengertian utama komunikasi, yaitu pengertian secara etimologis, terminologis, paradigmatis.
• Secara etimologis, komunikasi dipelajari menurut asal-usul kata, yaitu komunikasi berasal dari bahasa Latin ‘communicatio’ dan perkataan ini bersumber pada kata ‘comminis’ yang berarti sama makna mengenai sesuatu hal yang dikomunikasikan.
• Secara terminologis, komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh sesorang kepada orang lain.
• Secara paradigmatis, komunikasi berarti pola yang meliputi sejumlah komponen berkorelasi satu sama lain secara fungsional untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contohnya, adalah ceramah, kuliah, dakwah, diplomasi, dan sebagainya. Demikian pula pemberitaan surat kabar dan majalah, penyiaran radio dan televisi atau pertunjukkan film di gedung, bioskop, dan lain-lain.(Susanto:2009:7)
Proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati.(Effendy:1984:11)
Proses komunikasi dapat diartikan sebagai ‘transfer informasi’ atau pesan (message) dari pengiriman pesan sebagai komunikator dan kepada penerima pesan sebagai komunikan. Dalam proses komunikasi tersebut bertujuan untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi.
Proses komunikasi adalah setiap langkah mulai dari saat menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan. Komunikasi adalah sebuah proses, sebuah kegiatan yang berlangsung kontinu. Joseph De Vito dalam Suprapto (2009), mengemukakan komunikasi adalah transaksi, hal tersebut dimaksudkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses, di mana komponen-komponen saling terkait, bahwa para pelaku komunikasi beraksi dan bereaksi sebagai satu kesatuan dan keseluruhan.
Dalam setiap transaksi, setiap elemen berkaitan secara integral dengan elemen yang lain. Artinya, elemen-elemen komunikasi saling bergantung, tidak pernah independen, masing-masing komponen saling mengait dengan komponen lain.
Komunikasi menyarankan bahwa pikiran suatu makna atau pesan di anut secara bersama. Komunikasi merupakan usaha manusia menyampaikan isi pertanyaan atau pesan kepada manusia lain. Fungsi komunikasi antara lain :
• Menyatakan dan mendukung identitas diri.
• Mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, berperilaku sesuai dengan apa yang kita inginkan.
• Mengendalikan lingkungan fisik & psikologis.
• Menyelesaikan masalah.
• Memuaskan rasa penasaran.
• Menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain.
• Menunjukan ikatan dengan orang lain.
• Memutuskan untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu.
• Meningkatkan kesadaran pribadi, kesadaran fisik.
• Mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.
Konseptualitas komunikasi:
• Komunikasi sebagai tindakan satu arah.
• Komunikasi sebagai interaksi.
• Komunkasi sebagai transaksi (verbal dan non verbal).
Jadi dalam merumuskan strategi komunikasi selain dibutuhkan perumusan tujuan yang jelas, juga terutama memperhitungkan kondisi dan situasi khalayak, karena khyalak memiliki kekuatan penangkal yang bersifat psikologis, sosiologi dan sosial bagi setiap pengaruh yang berasal dari luar. Khalayak tidak hanya dirangsang oleh satu pesan saja melainkan banyak pesan dalam waktu bersamaan. Itulah sebabnya maka langkah pertama yang diperlukan ialah mengenal khalayak atau sasaran. Kemudian berdasarkan pengenalan serta komunikator dipilih sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada. Hal ini dimaksudkan selain agar kekuatan penangkal yang dimiliki khalayak dapat “diijinkan” juga untuk mengalahkan kekuatan pengaruh yang bersal dari sumber (komunikator) lain yakni :
• Mengenal Khalayak
Mengenal khalayak haruslah merupakan langkah pertama bagi komunikator dalam usaha komunikasi yang efektif. Karena dalam proses komunikasi, khalayak itu sama sekali tidak pasif melainkan aktif, sehingga antara komunikator dan komunikan bukan saj terjadi saling hubungan, tetapi juga saling mempengaruhi. Artinya khalayak dapat dipengaruhi, oleh komunikator tetapi komunikaror juga dapat dipengaruhi oleh komunikan atau khalayak.
Melalui proses komunikasi, baik komunikator maupun khalyak mempunyai kepentingan yang sama. Tanpa persamaan kepentingan komunikasi tidak akan berjalan dengan baik. Justru itu, Untuk berlangsungnya suatu komunikasi dan kemudian mencapai hasil yang diinginkan maka komunikator harus menciptakan persamaan kepentingan dengan khalayak terutama dalam pesan, metode dan media.
• Menyusun Pesan
Mengenal khalayak dan situasinya maka langkah selanjutnya dalam perumusan strategi ialah menyusun pesan, yakni menentukan tema dan materi, syarat utama dalm mempengaruhi khalayak dari pesan tersebut ialah mampu membangkitkan perhatian.
Perhatian adalah pengamatan yang berpusat, tidak semua yang diamati dapat menimbulkan perhatian. Awal dari suatu efektivitas dalam komunikasi ialah bangkitnya perhatian dari khalayak terhadap pesan-pesan yang disampaikan. Hal ini sesuai dengan Procedure atau From Attenton to Action Procedure, artinya membangkitkan perhatian (attention) untuk selanjutnya menggerakkan seseorang atau orang banyak melakukan kegiatan (action) sesuai tujuan yang dirumuskan.
• Preferensi (kesadaran). jika sebagai audiens sasaran tidak menyadari objek tersebut, tugas komunikator adalah membangun kesadaran, mungkin hanya diawali dengan cara-cara sederhana yang dilakukan secara teru-menerus dengan mengulang nama dari produk.
• Pengetahuan. Audiens sasaran mungkin telah memiliki kesadaran tentang perusahaan atau produk, tetapi tidak mengetahui lebih banyak lagi, sehingga komunikator haru menyampaikan kepada audiens tentang hal-hal yang penting mengenai produk yang ditawarkan yang dapat membuat mereka lebih tahu.
• Menyukai. Jika Audiens sasaran mengetahui produk tersebut maka bagaimana perasaan mereka terhadap produk tersebut, apakah mereka suka atau tidak.
• Memilih. Audiens sasaran mungkin menyukai produk tersebut tetapi tidak memilihnya dibandingkan dengan produk yang lain.
• Keyakinan. Khalayak mungkin lebih menyukai suatu produk tertentu tetapi tidak yakin akan membelinya.
• Membeli. Akhirnya audiens sasaran akan membeli produk yang ditawarkan tersebut. Effendy (1993)
3. Menentukan Metode
Efektifitas dari suatu komunikasi selain tergantung dari kemantapan isi pesan, yang diselenggarakan dengan kondisi khalayak dan sebagainaya, maka juga akan turut dipengaruhi oleh metode-metode penyampaiannya kepada sasaran.
Dunia komunikasi pada metode penyampaian/mempengaruhi itu dapat dilihat dari dua aspek yaitu: menurut cara pelaksanaan dan bentuk isinya. Yang pertama semata-mata melihat komunikasi itu dari segi pelaksanaannya dengan melepaskan perhatian dari isi pesannya. sedang yang kedua yaitu melihat komunikasi itu dari segi bentuk pernyataan atau bentuk pesan dan maksud yang dikandungnya. Yang pertama tadi (menurut cara pelaksanaannya), dapat diwujudkan dalam dua bentuk, yaitu metode redundancy (repetition) dan canalizing, sedang yang kedua (menurut bentuk isinya) dikenal metode-metode : informative, persuasive, edukatif dan kursif.
a. Redundancy (repetition)
Komunikasi yang diharapkan efektifitasnya tidaklah mungkin bila hanya dilakukan sekali atau dua kali saja. Apalagi komunikasi yang mengarah pada perubahan pendapat, sikap dan perilaku bagi khalayak. dalam membangun kepribadian dan sikapnya yang mau dirubah itu dibentuk dan dibangun oleh ribuan bahkan jutaan tetesan komunikasi sebelumnya.
b. Canalizing
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa untuk merubah pendirian, pendapat dan sikap-sikap seseorang bukanlah hal yang mudah. Hal itu sangat diikat sekali oleh apa yang disebut dengan kerangka refrensi dan pengalaman. Justru itu untuk mempengaruhi khalayak harulah terlebih dahulu mengerti tentang kerangka refrensi dan pengalaman dari khalayak tersebut, dan kemudian menyusun pesan dan metode yang sesuai dengan hal itu.
c. Informatif
Perlu diketahui, bahwa memberi bentuk tertentu terhadap isi suatu pesan pada khalayak tertentu dengan sendirinya akan menghasilkan efek tertentu pula. Dalam dunia publisistik atau komunikasi massa dikenal salah satu bentuk pesan yang bersifat informatif, yaitu suatu bentuk pesn yang bertujuan mempengaruhi khalayak dengan jalan (metode) memberikan penerangan.
Penerangan berarti menyampaikan sesuatu apa adanya, apa sesungguhnya, di atas fakta-fakta dan data yang benar serta pendapat-pendapat yang benar pula. Seperti ditulis oleh Jawoto (1995 : 7) yakni:
(1)Memberikan informasi tentang fakta semata-mata juga fakta bersifat kntroversial.
(2)Memberikan informasi dan menuntun umum kearah suatu pendapat.
d. Persuasif
Persusif berarti mempengaruhi dengan jalan membujuk. Hal ini khalayak digugah baik pikiran maupun perasaannya. Metode persuasive dengan demikian merupakan sutu cara untuk mempengaruhi kominikan dengan terlalu banyak berpikir kritis, bahkan kalau dapat khalayak itu dapat terpengaruh secara tidak sadar.
e. Edukatif
Metode edukatif sebagai salah satu usaha mempengaruhi khalayak dari suatu pernyataan umum yang dilontarkan dapat diwujudkan dalam bentuk pesan yang akan berisi pendapat-pendapat, fakta-fakta, dan pengalaman-pengalaman.
f. Koersif
Koersif berarti mempengaruhi khalayak dengan jalan memaksa. Hal ini khalayak dipaksa tanpa perlu berpikir lebih banyak lagi untuk menerima gagasan-gagasan atau ide-ide yang dilontarkan. Metode Koersif ini biasanya dibelakangnya berdiri sutu kekuatan yang cukup tangguh.
• Seleksi dan Penggunaan Media
Penggunaan media sebagai alat penyalur ide dalam rangka merebut pengaruh dalam masyarakat adalah suatu hal yang merupakan keharusan, sebab selain media massa dapat menjangkau jumlah besar khalayak juga dewasa ini rasanya kita tidak dapat lagi hidup tanpa media massa seperti surat kabar, radio, televisi, dan sebagainya.
Sebagaimana dalam menyusun pesan dari suatu komunikasi yang ingin dilancarkan kita harus selektif dalam arti menyesuaikan keadaan dan kondisi khalayak, maka dengan sendirinya dalam penggunaan mediapun harus demikian pula. Justru itu selain kita harus kita berfikir dalam jalinan factor-faktor komunikasi sendiri harus ada hubungannya dengan situasi social psikologi yang harus pula diperhitungkan. Hal ini karena masing-masing medium tersebut mempunyai kemampuan dan kelemahan tersendiri sebagai alat komunikasi.
2.1.3.Komunikasi pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Kegiatan pemasaran tersebut dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan baik terhadap perusahaan.
Sehingga sejak orang mengenal kegiatan pemasaran, telah banyak defenisi-defenisi pemasaran yang dikemukakan. Definisi-defini tersebut mula-mula menitikberatkan pada barang, kemudian pada lembaga-lembaga yang diperlukan untuk melaksanakan proses penjualan, dan kemudian pada fungsi-fungsi yang dijalankan untuk memungkinkan dilakukannnya transaksi-transaksi pemasaran.
Definisi yang paling luas yang dapat menerangkan secara jelas arti pentingnya pemasaran dikemukakan oleh William J Stanton sebagai berikut :
Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan- kegiatan yang ditujukan untuk merencanakan ,menentukan harga,mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli maupun pembeli potensial. William J Stanton dalam Dharmmesta,2008: 04)
Dari definisi diatas dapatlah diterangkan bahwa arti pemasaran adalah jauh lebih luas dari pada arti penjualan. Pemasaran mencakup usaha perusahaan yang dimulai dengan mengidentifisir kebutuhan konsumen yang perlu dipuaskan, menetukan produk yang hendak diproduksi, menentukan harga produk yang sesuai, menentukan cara-cara promosi dan penyaluran/penjualan produk tersebut. Jadi kegiatan pemasaran adalah kegiatan yang saling berhubungan sebagai suatu sistem.
Pemasaran modern menghendaki lebih dari sekedar mengembangkan produk yang baik, menetapkan harga yang bersaing dan menunjukkan produk terjangkau bagi konsumen. Perusahaan juga harus mampu berkomunkasi dengan baik, dengan pelanggan yang sekarang maupun pelanggan yang potensial. Hal ini menyebabkan perusahaan harus berperan sebagai komunkator
Bagi sebagian besar perusahaan, pertanyaan yang paling mendasar bukanya bagaimana berkmunikasi, tetapi lebih pada pertanyaan ‘apa yang harus dikatakan’ ‘kepada siapa’, dan ‘berapa kali’. Dalam hal ini Marketing Communication-Mix’ atau bauran komunikasi pemasaran mempunyai lima perangkat yaitu :
• Iklan ( Advertising )
Biasanya berbentuk kehadiran tidak langsung dan promosi ide-ide, baran dan jaa oleh sponsor tertentu. Karakteristik iklan adalah :
• Merupakan bentuk komunikasi yang menarik perhatian pelanggan ramai
• Merupakan bentuk medium yang member kesempatan kepada penjual untuk mengulang berkali-kali pesan tertentu.
• Merupakan bentuk medium yang dapat memberika kesan dramatis mengenai perusahaan dan produknya.
• Medium ini bersifat “inpersonal” karena public merasa tidak harus memberikan prhatian.
• Promosi penjualan (sales promotion)
Biasanya mengunaka surat, telepon, dan macam-macam alat komunikasi tidak langsung untuk berhubungan dengan kelompok-kelompok konsumen tertentu. Promosi ini berbentuk program, sayembara dan discount, yang mempunyai sifat-sifat antara lain :
• Mudah menari perhatian dan memberikan informasi tentang produk pada konsumen.
• Memberikan konsesi, dorongan atau kontribusi nilai hingga konsumen terdorong untuk membeli.
• Bersifat mengajak konsomen melakukan pembelian sekarang saja daripada nanti.
• Promosi langsung (direct promotion)
Intensif jangka panjang una mendorong konsumen untuk mencoba atau membeli produk barang atau jasa. Promosi ini berbentuk brosur atau lewat media elektronik yang mempunyai karakteristik sebagai berikiut :
• Pesan disampaiakan kepada kelompok konsumen tertentu dan tidak menjangkau yang lain.
• Pesan dapat disesuaikanpada anggota masyarakat yang dituju.
• Pesan dapat disiapkan scraa cepat untuk diberikan kepada kinsmen.
• Hubungan masyarakat
Program yang ditujukan untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk itu sendiri. Promosi ini mempunai sifat sebagai berikut :
• Mempunyai kredibilitas yang tinggi.
• Pesan yang diterma konsumen lebih bersifat ‘Berita’ daripada iklan biasa.
• Seperti halnya iklan, dapat memberikan kesan dramatis mengenai perusahaan dan produknya.
• Penjual ( sales force)
Berhubungan langsung dengan pembeli potensial dengan tujuan untuk melaksanakan penjualan. Jenis promosi ini merupakan perangkat komunikasi yang paling efektif pada tahap akhir pembelian, biasanya mempunyai karakteristik sebagai berikut :
• Terjadi intraksi yang hidup antara penjual dan pembeli dan memungkinkan terjadinya penyesuaian bila perlu.
• Memberiak kesempatan ntuk mengembangkan hubungan yang lebih permanen antara penjual dan pembeli.
• Perangkat ini mendorong konsumen untuk lebih memperhatikan pada promosi produk.
Menurut Suprihanto (2002 : 117) bahwa pada dasarnya sebuah model komunikasi dalam pemasaran harus dapat menjawab lima pertanyaan yaitu :
• Kepada siapa
• Apa yan harus dikatakan
• Pada saluran apa
• Dengan siapa
• Dengan hasil apa
Komunikasi pemasaran adalah setiap komunikasi yang digunakan untuk membangun partnerships, sumber daya intelektual, untuk mempromosikan satu gagasan; suatu produk; servis; atau suatu organisasi, dengan sasaran untuk menciptakan nilai bagi bisnis yang dijalankan. Komunikasi pemasaran meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari sisi internal dan eksternal bisnis tersebut. Komunikasi yang internal termasuk komunikasi visi (perseroan/perusahaan), strategi, rencana-rencana.
Pemasaran menurut Swastha DH (2005:36) adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan dan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Dalam pemasaran kita kenal ada tiga unsur dasar yaitu :
• Orientasi pada konsumen
• Menentukan kebutuhan pokok (basic needs) pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi.
• Menentukan kelompok pembeli yang akan dilayani.
• Menentukan produk dan program pemasarannya.
• Mengadakan penelitian pada konsumen.
• Menentukan dan melaksanakan strategi yang baik
• Menyusun kegiatan pemasaran secara integral (Integrated Marketing)
Pengintegrasian kegiatan pemasaran berarti bahwa setiap orang dan setiap bagian dalam perusahaan turut berkepentingan dalam suatu usaha yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen, sehingga tujuan perusahaan dapat terealisir.
• Kepuasan konsumen (Consumer Satisfaction)
Faktor kepuasan konsumen merupakan tujuan perusahaan. Dengan demikian perusahaan harus mendapatkan laba dengan cara memberikan kepuasan kepada konsumen.
pemasaran adalah kegiatan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia melalui proses pertukaran. Sedangkan menurut pemasaran juga merupakan suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Bila dicermati lebih mendalam, maka pengertian di atas lebih berorientasi pada sifat dan proses pemasaran yang dihubungkan dengan perilaku manusia di dalam mencapai kebutuhannya. Sehingga tidak menyebutkan tentang apa yang dipertukarkan. Namun dapat diketahui bahwa alat pemuas kebutuhan dan keinginan manusia adalah produk. Tentu saja konsep produk yang dimaksud di sini tidak terbatas pada barang wujud (fisik) melainkan meliputi barang yang tidak berwujud, seperti jasa-jasa, ide dan sebagainya yang menjadi kebutuhan dan keinginan setiap manusia. Dalam hubungannya dengan penyusunan program pemasaran untuk jasa, beberapa karakteristik jasa yang perlu dipertimbangkan adalah :
• Tidak berwujud, jasa tidak berwujud dilihat, dirasa, didengar atau dicium sebelum ada transaksi pembelian. Jadi dalam hal ini pembeli harus percaya dan yakin kepada penjual jasa.
• Tidak dapat dipisahkan, suatu bentuk jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya. Dalam hal ini orang-orang harus berhubungan langsung dengan sumber atau penyedia jasa tersebut. Namun apakah sumber itu hadir atau tidak, produk fisik yang berwujud tetap ada.
• Berubah-ubah, jasa ini sangat bergantung kepada siapa yang menyajikan kapan dan dimana, oleh karena itu pembeli atau pemakai jasa sering bertanya-tanya dulu sebelum menentukan pemilik jasa yang dipilih.
• Daya tahan, jasa yang baik tidak terpakai jelas tidak dapat disimpan atau diganti waktu pemakaiannya, konsumen jasa tidak punya daya tahan.
Berdasar pada pengertian pemasaran di atas yang dihubungkan dengan konsep produk atau jasa sebagai tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia, maka pada gilirannya mengarah pada pemahaman tentang proses terjadinya pertukaran ataupun salah satu fungsi yang paling nyata dan luas yang dilakukan dalam perdagangan/bisnis atau spektrum kegiatan yang luas yang mencakup pemenuhan kebutuhan konsumen, merancang dan mengembangkan produk dan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, penentuan harga pokok dan pelayanan termasuk secara bersaing, dan mempromosikan serta membagikan barang-barang tersebut dengan cara yang ekonomis, tepat waktu dan menyenangkan.
2.2 Kerangka Pemikiran
Perusahaan harus dapat memahami kebutuhan konsumen yang dirumuskannya dengan baik, serta memiliki rancangan yang efektif dan pengawasan kualitas terhadap produk yang dibuatnya. Jika keduanya terlaksana dengan baik, maka kualitas superior dapat tercipta di dalam benak pelanggan, sehingga mendapatkan kesan kualitas yang baik di pasar. Untuk meningkatkan kesan kualitas, dapat diciptakan salah satunya dengan komunikasi pemasaran, serta keunggulan biaya. Jika pelanggan memiliki kesan kualitas yang baik, maka nilai yang didapatkan pelanggan melalui produk tersebut akan tinggi, sehingga perusahaan memiliki, pertumbuhan, dan pangsa pasar yang tinggi.
Hal utama yang menjadi dasar perlu adanya pemasaran bagi perusahaan adalah karena produk yang dihasilkannya tidak bisa mencari konsumennya sendiri. Oleh karena itu, di setiap koorporat selalu terdapat bidang khusus yang menangani distribusi produk mereka agar sampai ke tangan konsumen. Divisi tersebut dinamakan divisi pemasaran, yang di dalamnya termasuk bagian penjualan.Semakin ketatnya kompetisi di antara perusahaan, menjadikan bidang pemasaran ini mendapat perhatian sangat serius para ahli, karena ia menjadi semacam roh bagi sebuah koorporat. Betapa pun bagusnya sebuah produk, tanpa didukung pemasaran yang memadai, akan menjadi sia-sia. Kualitas sebuah produk memang menentukan daya tarik bagi konsumen, tetapi tanpa didukung model pemasaran yang memadai, akan sulit sampai ke tangan konsumen.Sebuah produk barang atau jasa tidak akan dibeli apabila konsumen tidak mengetahui kegunaannya, keunggulannya, dimana produk dapat diperoleh dan berapa harganya dan keseluruhan kegiatan komunikasi pemasaran dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan bersangkutan.
Oleh karena hal tersebut diatas maka dalam penelitian ini menggunakan teori komunikasi pemasaran untuk membedah inti permasalahan yakni bagaimana pemanfaatan komunikasi pemasaran dalam meningkatkan pendapatan perusahaan.
Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Pengertian seperti itu menjadi tak ada bedanya antara pemasaran dan penjualan. Hingga saat ini masih banyak orang, termasuk beberapa eksekutif, belum bisa memahami perbedaan antara pemasaran dengan penjualan. Padahal sesungguhnya kedua istilah tersebut memiliki konsep yang berbeda. Konsep penjualan dalam suatu perusahaan meluncurkan produk baru. Setelah itu, perusahaan tersebut menggunakan segala metode penjualan untuk merayu konsumen agar membeli produk tersebut. Setelah konsumen terbujuk, diharapkan mereka mau membeli produk tersebut sehingga perusahaan memperoleh laba. Jadi, dalam konsep penjualan, perusahaan mengarahkan permintaan konsumen agar sesuai dengan produk yang dimilikinya. Hal ini berbeda dengan konsep pemasaran. Pada konsep pemasaran, langkah perusahaan diawali dengan penjajakan untuk mengetahui apa yang diinginkan atau dibutuhkan konsumen. Kemudian, perusahaan tersebut mengembangkan sebuah produk yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen, dari sini perusahaan mendapatkan laba yang akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan perusahaan.
Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan- kegiatan yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli maupun pembeli potensial. William J Stanton dalam Dharmmesta,2008: 04)
Berdasarkan penjelasan di atas, penulis menuangkannya dalam bagan kerangka pikir di bawah ini :
Tabel I : Bagan Kerangka Pikir
komunikasi pemasaran PT Arindo dalam meningkatkan jumlah pelanggan di Kota Kendari
• Menarik perhatian konsumen
• Memberikan informasi tentang produk
Teori Pemasaran
William J Stanton dalam Dharmmesta,2008: 04)
Komunikasi Pemasaran
• Merencanakan komunikasi pemasaran
• Menentukan harga
• Mempromosikan
• Mendistribusikan barang atau jasa
Fungsi komunikasi pemasaran
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Lokasi penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada PT Arindo Kendari Pemilihan lokasi ini akan memberikan uraian deskripsi berupa gambaran tentang komunikasi pemasaran PT Arindo dalam meningkatkan jumlah pelanggan di Kota Kendari. Alasan peneiliti memilih lokasi penelitian pada PT Arindo Kendari dengan pertimbangan bahwa PT Arindo Kendari merupakan salah satu perusahaan dibidang bisnis air mineral yang terkait langsung dengan fungsi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan jumlah pelanggan di Kota Kendari
3.2. Subjek dan Informan Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT Arindo Kendari berjumlah 61 orang.
Penelitian ini tidak menggunakan istilah populasi dalam proses penjaringan data lapangan. Penelitian kualitatif tidak lazim menggunakan istilah populasi dan sampel karena dalam penelitian ini tidak berusaha untuk mencari generalisasi dari populasi yang besar. Penelitian yang menggunakan istilah populasi dan sampel hanya lazim digunakan dalam jenis penelitian kuantitatif karena dalam jenis penelitian kuantitatif adalah akan berusaha mencari generalisasi dengan menggunakan tehnik analisis data yang menggunakan pengukuran statistik. Penelitian ini penulis menggunakan pendekatan metode kualitatif dan tidak menggunakan istilah populasi dan sampel, tetapi menggunakan istilah yang dinamakan “ social situation atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu: tempat (place), pelaku (actors) dan aktifitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis”. Pernyataan ini diperkuat dengan pendapat Bungin ( dalam Ruslan 2006 :223) yang mengungkapkan, bahwa metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci,teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisa data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif menekankan makna pada generalisasi.
Mengacu dari hal tersebut maka penulis mengarahkan penelitian ini melalui penelitian kualitatif. Moleong (dalam Vardiansyah 2005:72) mengungkapkan bahwa sampel dalam penelitian kualitatif hakikatnya telah dipilih secara purposive, maka ia sudah tidak lagi layak disebut sampel. Karenanya, dalam penelitian kualitatif, ia lebih dinamai sumber data atau sumber informasi. Jika sumbernya adalah manusia, lazim disebut informan.
Adapun informan berjumlah 5 orang adalah sebagai berikut :
• Kepala PT Arindo Kendari 1 orang
• Kepala Bidang Bina pemasaran 1 orang
• Kepala Bidang Administrasi 1 orang
• Kepala Bidang Promosi 1 orang
• Staf pemasaran 1 orang
• Teknik Penentuan Informan
Penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling (secara sengaja). Yaitu informan ditentukan berdasarkan tujuan dan kebutuhan peneliti, dengan pertimbangan bahwa informan mampu memberikan keterangan terhadap permasalahan yang diteliti.
3.4.Teknik Pengumpulan Data
Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang ada maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :
• Observasi, yaitu peneliti mengadakan pengamatan secara langsung yang berkaitan dengan gambaran tentang komunikasi pemasaran PT Arindo dalam meningkatkan jumlah pelanggan di Kota Kendari
• Wawancara yang dimaksud adalah interview mendalam yang dilakukan oleh peneliti dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada sejumlah informan berkaitan dengan gambaran komunikasi pemasaran PT Arindo dalam meningkatkan jumlah pelanggan di Kota Kendari
• Dokumentasi dilakukan dengan telaah buku-buku, laporan-laporan, jurnal dan sejumlah dokumen yang relevan dengan fokus penelitian ini dalam rangka memperoleh data menyangkut permasalahan penelitian.
3.5.Sumber dan Jenis Data
1. Sumber data
a. Data primer.
yaitu data yang diperoleh melalui wawancara dengan beberapa informan yang sudah ditentukan sebelumnya.
b. Data sekunder
yaitu data yang diperoleh melalui buku-buku referensi, surat kabar, jurnal dan dokumentasi lainnya yang berkaitan dengan fokus yang dibahas dalam penelitian ini.
2. Jenis data
a. Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang diperoleh berdasarkan bahan informasi atau temuan dari obyek yang diteliti.
b. Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang diperoleh pada lokasi penelitian yang telah tersedia dalam bentuk angka atau jumlah, misalnya data tentang jumlah pegawai dan lain sebagainya.
• Teknik Analisi Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisa dengan menggunakan bentuk analisis kualitatif. Analisis ini akan mendeskripsikan hasil penelitian berdasarkan temuan di lapangan dan selanjutnya diberi penafsiran dan kesimpulan. Data secara kualitatif ini diuraikan dengan menggunakan kalimat secara logis dan kemudian merelevansikannya dengan teori yang mendukung.
• Desain Operasional
No Unit Analisis Struktur Kerangka Analisis Teknik Pengumpulan data
1 komunikasi Pemasaran :
1. Merencanakan komunikasi pemasaran
• Menentukan harga
• Mempromosikan
• Mendistribusikan
Rencana kegiatan komunikasi pemasaran
harga produk yang ditawarkan
a.Promosi melalui media cetak
b. promosi melalui media elektronik
c. promosi langsung
cara pendistribusian produk
b. Tempat pendistribusian produk a.melakukan observasi secara langsung yang berkaitan dengan pemanfaatan komunikasi pemasaran
b.Melakukan wawancara kepada para informan yang sudah ditentukan sebelumnya
c.Dokumentasi dilakukan dengan telaah buku-buku, laporan-laporan, jurnal dan sejumlah dokumen yang relevan dengan fokus penelitian
2 Fungsi komunikasi pemasaran bagi PT Arindo Kendari
• Menarik perhatian konsumen
• Memberikan informasi tentang produk
Menganalisis cara menarik perhatian konsumen
Menganalisis informasi-informasi produk
a.Melakukan observasi
b.Melakukan wawancara kepada para informan
c.Dokumentasi dilakukan dengan telaah buku-buku, laporan-laporan, jurnal dan sejumlah dokumen yang relevan dengan fokus penelitian
• Konseptualisasis
• Komunikasi pemasaran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi dalam meningkatkan pendapatan perusahaan
• Perusahaan yang PT Arindo dimaksud dalam penelitian ini adalah organisasi dan kumpulan orang-orang yang saling berinteraksi untuk mewujudkan tujuan bersama.
• Peningkatan jumlah pelanggan perusahaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penambahan hasil-hasil dari kegiatan komunikasi pemasaran yang mengarah kepada keuntungan perusahaan sebagai tujuan bersama.
•
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar